Label


Breaking News

Camat Ari Syuria Ajak Warga Selamatkan Tembilahan, Drainase Jangan Dijadikan Tempat Sampah

 

Camat Tembilahan, Ari Syuria, sedang meninjau kondisi aliran sungai dan parit di sejumlah titik strategis seperti Parit 12, 13, 14, dan 15

TEMBILAHAN (F86) – Persoalan genangan air yang selama ini menjadi “penyakit tahunan” di Kota Tembilahan kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah kecamatan. Camat Tembilahan, Ari Syuria, turun langsung meninjau kondisi aliran sungai dan parit di sejumlah titik strategis seperti Parit 12, 13, 14, dan 15, sembari melontarkan peringatan keras kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membangun di atas parit dan membuang sampah sembarangan.

Dalam peninjauan tersebut, Ari Syuria menegaskan bahwa persoalan banjir dan genangan tidak bisa terus-menerus dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, banyak saluran air yang kini kehilangan fungsi akibat tertutup bangunan liar serta dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga.

“Pemerintah daerah melakukan langkah normalisasi secara teknis, namun keberlanjutannya ada di tangan kita semua. Tembilahan milik kita bersama. Saya mengajak seluruh warga menghidupkan kembali gotong royong merawat sungai dan parit. Kalau aliran air lancar dan lingkungan bersih, keindahan kota dan kenyamanan akan kita rasakan bersama,” tegas Ari Syuria. Senin (11/5/2026).

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin lagi melihat wajah Tembilahan terus dibayangi persoalan drainase yang tak kunjung selesai akibat rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap lingkungan.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan bersama jajaran Dinas PUPRPKPP Kabupaten Indragiri Hilir, di mana Kepala Dinas Yusnaldi diwakili Kabid Sumber Daya Air, Apri Ramadhan, untuk melakukan survei teknis terhadap kondisi parit utama di Kecamatan Tembilahan.

Langkah ini disebut sebagai tindak lanjut atas perhatian serius Bupati dan Wakil Bupati terhadap keluhan masyarakat mengenai buruknya sistem drainase kota serta perlunya penataan kanal secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah sendiri telah menyusun program teknis penataan aliran air melalui operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, rehabilitasi, hingga normalisasi kanal pada titik-titik krusial seperti Parit 12, Parit 14, dan Parit 15, termasuk optimalisasi irigasi rawa di kawasan Parit 13.

Kabid SDA Apri Ramadhan menegaskan bahwa normalisasi parit tidak akan pernah berjalan maksimal apabila masyarakat masih menjadikan sungai dan drainase sebagai tempat pembuangan sampah ataupun lokasi mendirikan bangunan tanpa memperhatikan tata ruang.

Menurutnya, parit bukan sekadar pelengkap kota, melainkan urat nadi sistem drainase yang menentukan lancar atau tersendatnya aliran air di kawasan perkotaan.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap sinergi antara pembangunan infrastruktur dan kesadaran kolektif masyarakat melalui budaya gotong royong dapat menjadi kekuatan besar dalam menyelamatkan Tembilahan dari ancaman genangan yang selama ini merugikan warga.

Pesan yang ingin ditegaskan pemerintah cukup jelas, "Tembilahan tidak akan menjadi kota yang bersih dan nyaman jika masyarakat masih membiarkan parit dipenuhi sampah dan jalur air ditutup demi kepentingan pribadi. (Thonk).

Type and hit Enter to search

Close