Label


Breaking News

Budiansyah, Narkoba Tidak Bisa Dilawan dengan Seremoni, Tapi dengan Keberanian Publik, Jangan Biarkan Meracuni Anak-Anak Negeri

Ketua DPC GRANAT Indragiri Hilir, H. Budiansyah

TEMBILAHAN (F86) – Di kota yang dibelah sungai-sungai panjang, di tanah yang tumbuh dari peluh dan doa para orang tua, ada ancaman yang datang tanpa suara.

Ia tidak mengetuk pintu, tidak pula mengabarkan kedatangannya. Namun perlahan, ia merayap ke lorong-lorong kehidupan, mencuri masa depan dari tangan generasi muda.

Narkoba, barang haram yang tak hanya merusak tubuh, tetapi juga mematahkan harapan, mengeringkan cita-cita, dan meninggalkan air mata di banyak rumah.

Keresahan itu disampaikan Ketua DPC GRANAT Indragiri Hilir, H. Budiansyah, di sela peresmian Revitalisasi Kampung Tangguh Anti Narkoba di Jalan Pangeran Hidayat, Tembilahan, Sabtu pagi (9/5/2026).

Dengan suara yang sarat kegelisahan, ia mengingatkan, "sebuah negeri tak selalu runtuh oleh badai besar, kadang ia hancur perlahan oleh racun yang tumbuh diam-diam di dalam dirinya sendiri."

“Peredaran narkoba hari ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau masyarakat masih memilih diam, maka yang hancur bukan hanya satu dua orang, tetapi masa depan generasi muda kita secara keseluruhan. GRANAT tidak ingin Inhil menjadi tanah yang subur bagi bandar dan pengedar narkoba,” tegas H. Budiansyah.

Baginya, perang melawan narkoba bukan sekadar tugas aparat dan hukum. Ia adalah panggilan nurani, ikhtiar bersama menjaga anak-anak negeri agar tidak tersesat di usia muda. Sebab kehancuran sering kali tumbuh dari ketidakpedulian yang dibiarkan terlalu lama.

Karena itu ia mengajak masyarakat untuk kembali menyalakan kepedulian, menjaga lingkungan, mengawasi pergaulan, dan berani melapor ketika melihat gelap mulai menyentuh sekitar.

“Jangan beri ruang bagi pelaku narkoba. Masyarakat harus berani melapor dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kita semua punya tanggung jawab menyelamatkan anak-anak muda dari kehancuran akibat barang haram ini,” ujarnya.

Bagi H. Budiansyah, Kampung Tangguh Anti Narkoba dan Duta Anti Narkoba bukan sekadar seremoni yang selesai setelah tepuk tangan mereda. Ia berharap, gerakan itu menjadi nyala kecil yang terus hidup di tengah masyarakat, menjadi cahaya bagi generasi muda agar tetap berjalan menuju masa depan, bukan terjatuh dalam gelapnya narkotika.

“Kalau kita kompak dan bersatu, saya yakin Inhil bisa menjadi daerah yang kuat melawan ancaman narkotika,” tutupnya.

Dan pagi itu, di bawah langit Tembilahan yang tenang, pesan itu terdengar seperti doa panjang untuk negeri, "agar anak-anak muda Inhil tetap tumbuh sebagai harapan, bukan kehilangan." (Thonk).

Type and hit Enter to search

Close