Yogyakarta (F86) – Sebanyak 57 bhiksu lintas negara peserta Indonesia Walk For Peace (IWFP) 2026 tiba di Yogyakarta dan mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah DIY serta masyarakat, Senin hingga Selasa, 25–26 Mei 2026.
Kedatangan para bhiksu tersebut merupakan bagian dari perjalanan spiritual Thudong dengan berjalan kaki dari Singaraja, Bali menuju Candi Borobudur dan Candi Mendut di Magelang, Jawa Tengah. Dalam perjalanan tersebut, para bhiksu menempuh perjalanan sekitar 5 hingga 10 jam setiap harinya dengan hidup sederhana dan tanpa menginap di hotel.
Rombongan bhiksu tiba di Bangsal Kompleks Kantor Kepatihan Gubernur DIY, Jalan Suryatmajan, Yogyakarta sekitar pukul 16.30 WIB. Agenda penyambutan diawali dengan prosesi sakral tabur bunga di pintu gerbang barat Kepatihan.
Ketua Panitia Pusat IWFP 2026, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh elemen masyarakat Yogyakarta.
“Dengan kegiatan jalan kaki yang mungkin dianggap sepele, namun bisa menjadi gerakan besar dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita layak hidup berdampingan meskipun berbeda-beda,” ujarnya.
Sementara itu, Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY dalam sambutannya menyatakan bahwa agenda Indonesia Walk For Peace 2026 merupakan sebuah kehormatan bagi Pemerintah Daerah DIY.
Menurut Sultan, kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol langkah bersama menuju masa depan bangsa yang harmonis melalui semangat toleransi dan energi perdamaian antarumat beragama.
“Indonesia Walk For Peace 2026 bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi langkah menuju masa depan bangsa yang harmonis dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekayaan yang menyatukan bangsa,” ungkapnya.
Usai acara di Kepatihan, rombongan bhiksu melanjutkan perjalanan menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jalan Sultan Agung hingga akhirnya tiba di Gedung Perkumpulan Budi Abadi Hoo Hap Hwee, Jalan Bintaran Kidul, Yogyakarta untuk beristirahat.
Diketahui, para bhiksu berasal dari empat negara Asia Tenggara, yakni Thailand sebanyak 43 bhiksu, Laos 3 bhiksu, Malaysia 4 bhiksu, dan Indonesia 7 bhiksu asal Pasuruan, Jawa Timur.
Salah satu bhiksu menyampaikan bahwa tujuan utama perjalanan spiritual tersebut adalah mengenalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dan pentingnya menjaga perdamaian.
“Kita di Indonesia berbeda-beda, tetapi tujuannya sama, yaitu menjaga kedamaian dengan diri sendiri, lingkungan, negara, dan sesama,” ujarnya kepada reporter F86, Awiek R.
Pada Selasa (26/5/2026), rombongan bhiksu kembali mendapat penyambutan resmi di Kadipaten Pura Pakualaman Yogyakarta oleh Wakil Gubernur DIY .
Acara yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat Tionghoa Yogyakarta. Dalam kesempatan itu dilakukan pertukaran cendera mata, ramah tamah, serta sesi foto bersama.
Ketua rombongan bhiksu, turut mendampingi dan menjadi penerjemah dalam kegiatan tersebut.
Perjalanan spiritual Thudong yang dimulai sejak 9 April 2026 dari Singaraja, Bali itu dijadwalkan berakhir di kawasan Candi Mendut dan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.(Awiek R).



Social Footer
Kontributor
Label
Social Media