Label


Breaking News

Syawalan Golkar DIY dan Halaqoh Keuangan Haji 2026 Dorong Transparansi Pengelolaan Dana Haji

Foto para peserta di kegiatan Syawalan yang dirangkaikan dengan Halaqoh Keuangan Haji 2026 yang digelar di Yogyakarta.

Yogyakarta (F86) – Kegiatan Syawalan yang dirangkaikan dengan Halaqoh Keuangan Haji 2026 digelar di Yogyakarta sebagai forum edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan serta kesiapan calon jemaah haji. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan dihadiri berbagai tokoh serta pengurus Partai Golkar DIY. Kamis (9/4/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar DIY, H. Singgih Januratmoko, menjelaskan bahwa halaqoh tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pengelolaan dana haji yang transparan dan sesuai prinsip syariah.

Menurutnya, forum ini menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait pengelolaan dana haji, termasuk berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji.

“Halaqoh Keuangan Haji 2026 ini menjadi forum edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan serta kesiapan jemaah, dengan fokus pada transparansi pengelolaan dana haji serta persiapan teknis seperti uang saku atau living cost dalam ekosistem haji yang aman dan sesuai prinsip syariah,” ujar Singgih Januratmoko.

Ia menjelaskan, BPKH merupakan lembaga publik yang mengelola dana haji secara syariah, aman, dan transparan. Lembaga ini juga berperan mengoptimalkan nilai manfaat dari setoran dana haji serta menjalankan berbagai program kemaslahatan umat melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

“BPKH fokus pada optimalisasi nilai manfaat setoran haji, penguatan program kemaslahatan umat melalui kerja sama lokal, serta memastikan likuiditas dana termasuk untuk penyelenggaraan haji khusus,” jelasnya.

Lebih lanjut Singgih menuturkan bahwa tujuan utama BPKH adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan memberikan nilai manfaat bagi jemaah, baik yang masih menunggu keberangkatan maupun yang akan berangkat.

Hal tersebut dilakukan melalui pengelolaan investasi berbasis syariah yang aman dan produktif. Selain itu, BPKH juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi di Yogyakarta, termasuk penandatanganan MoU dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dalam program kemaslahatan umat serta pembahasan teknis hibah aset.

“Pengelolaan dana haji ditempatkan pada produk perbankan syariah seperti tabungan, giro, deposito, serta surat berharga syariah untuk memaksimalkan manfaat bagi jemaah,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPD Partai Golkar DIY H. Singgih Januratmoko, Ustadz Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, selaku Ketua PW Muhammadiyah DIY, serta jajaran pengurus organisasi sayap Partai Golkar seperti KPPG dan AMPI DIY.

Turut hadir pula pimpinan dan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DIY serta DPRD kabupaten/kota se-DIY, serta pengurus organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar (Hasta Karya DIY).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Saeful Rahman, Imam Besar Masjid Syuhada, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Penyelenggara Drs. KH. Rocmad Choliq.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan ikrar Syawalan atau Halal Bihalal yang dipandu oleh Wisesa Handoko. Ikrar tersebut berisi permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami yang hadir dalam acara Syawalan ini dengan penuh kerendahan hati memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan, baik melalui ucapan, sikap maupun perbuatan,” demikian petikan ikrar Syawalan.

Setelah ikrar Halal Bihalal, kegiatan dilanjutkan dengan Hikmah Syawalan yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, Ketua PW Muhammadiyah DIY.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa Syawalan merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Tradisi ini menjadi momentum penting setelah Hari Raya Idul Fitri untuk mempererat tali silaturahmi.

Syawalan tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta ungkapan rasa syukur yang diwujudkan melalui kegiatan Halal Bihalal.

Melalui momentum tersebut diharapkan hubungan sosial di tengah masyarakat semakin kuat serta mampu menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan.(Awiek R).

Type and hit Enter to search

Close