Label


Breaking News

Syamsurizal Awi Kukuhkan Kepala Sekolah YAPHI Inhil, Fokus pada Peningkatan Kualitas Pendidikan

 


Inhil (F86) – Yayasan Pendidikan Indragiri Hilir (YAPHI) resmi mengukuhkan dan melantik Kepala Madrasah/Sekolah di lingkungan Pondok Pesantren Tunas Harapan Tembilahan, Sabtu, 25 April 2026. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan keras bahwa dunia pendidikan tidak boleh stagnan di tengah derasnya perubahan zaman.

Di hadapan para undangan dan pemangku kepentingan, Ketua YAPHI, Drs. H. Syamsurizal Awi, menyampaikan pesan tegas: kepemimpinan pendidikan hari ini harus berani berubah atau tertinggal.

“Jabatan ini bukan sekadar gelar atau simbol. Ini adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Jika tidak mampu membawa perubahan, maka lembaga pendidikan akan berjalan di tempat, bahkan tertinggal,” tegasnya.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan rangkaian acara resmi, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan tim seleksi, hingga pembacaan Surat Keputusan dan pengambilan sumpah jabatan.

Dalam kesempatan tersebut, YAPHI melantik:

Zulkifli Anwar, sebagai Kepala Sekolah MA PPTH

Muhammad Zulfadli, sebagai Kepala Sekolah MTs PPTH

Ahmad, sebagai Kepala Sekolah SD IT Tunas Harapan

Yesi Fitriyeni, sebagai Kepala Sekolah RA Raudatul Athfal

Drs. MHD Shaleh sebagai Kepala MDA PPTH

Syamsurizal Awi juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga daya saing lulusan. Ia menegaskan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya menjadi administrator, tetapi harus menjadi penggerak perubahan.

“Sekolah tidak boleh hanya sibuk dengan rutinitas. Harus ada terobosan, harus ada inovasi. Jika tidak, kita hanya akan menghasilkan lulusan yang tidak siap menghadapi realitas,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat.

“Jangan sampai kita melahirkan generasi yang cerdas, tetapi kehilangan arah. Akhlak, disiplin, dan tanggung jawab harus menjadi fondasi utama,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Agama, serta jajaran tenaga pendidik. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perubahan dalam dunia pendidikan membutuhkan dukungan bersama, bukan kerja satu pihak.

Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa YAPHI tidak ingin sekadar bertahan, tetapi bertekad untuk melompat lebih jauh. 

Pendidikan, dalam pandangan YAPHI, bukan ruang nyaman untuk berdiam diri—melainkan medan perjuangan untuk mencetak generasi yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.(THONK).

Type and hit Enter to search

Close