Tembilahan (F86) — Komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui kegiatan verifikasi dan validasi proses sertifikasi halal yang dilaksanakan di Cafe Bang Yoes, pada hari Kamis 23/04/2026 di Jalan Lingkar I, Harapan Raya No.03, Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan.
Program ini bukan sekadar agenda teknis, melainkan langkah strategis dalam mendorong pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar naik kelas, memiliki legalitas yang jelas, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Sertifikasi halal dipandang sebagai instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperluas akses pasar.
Pemilik Cafe Bang Yoes, Yuserdi, menyampaikan bahwa program ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil.
“Pendampingan ini sangat membantu kami. Prosesnya jelas, terarah, dan yang paling penting tidak membebani biaya. Ini adalah bentuk nyata perhatian kepada pelaku usaha kecil agar bisa berkembang dan lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, tim pendamping H. Riduan AR. menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan tidak ada pelaku UMK yang tertinggal dalam hal legalitas usaha.
“Kami hadir sebagai mitra, bukan sekadar pendamping. Proses ini kami kawal dari awal hingga terbitnya sertifikat, dan semuanya difasilitasi secara gratis. Ini adalah wujud keberpihakan kepada ekonomi rakyat,” tegas H. Riduan AR.
Adapun tim pendamping proses produk halal yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari:
1. Riduan AR
2. Rafly Irwansyah
3. R. Khairil Anwar
4. R. Nurdiana
5. Yesa Pratama Diantika
6. Yesi Dwi Alea Deantika
7.Regina Natalia
Kehadiran tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan edukasi yang komprehensif kepada pelaku usaha.
Program sertifikasi halal gratis ini terbuka bagi seluruh pelaku UMK yang belum memiliki sertifikat. Dengan adanya pendampingan yang sistematis dan tanpa biaya, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk meningkatkan kualitas serta kredibilitas produknya.
Melalui langkah ini, diharapkan UMKM di Tembilahan tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri, berdaya saing, dan menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah.(THONK).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media