Label


Breaking News

Semangat Kartini Hidup di Senam Lansia BAJ Jogja, Perempuan Didorong Jadi Penggerak Perubahan

Foto bersama Sasana Senam Bursa Agro Jogja (BAJ) usai kegiatan Senam lansia di Gedong Kiwo RW 12, Jalan Bantul, Yogyakarta, Selasa (22/4/2026).

Yogyakarta (F86) – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali dimaknai sebagai momentum refleksi peran perempuan dalam kehidupan sosial. Hal itu tampak dalam kegiatan senam lansia yang digelar Sasana Senam Bursa Agro Jogja (BAJ) di Gedong Kiwo RW 12, Jalan Bantul, Yogyakarta, Selasa (22/4/2026).

Ketua Sasana Senam BAJ, Ning Hazaji, dalam sambutannya menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini tidak hanya berbicara soal kesetaraan hak, tetapi juga tentang nilai pengorbanan, ketulusan, serta kontribusi nyata bagi kehidupan yang lebih luas.

“Semangat Kartini sejatinya tidak berhenti pada perjuangan kesetaraan hak semata, tetapi juga tentang bagaimana perempuan memberi makna dalam kehidupan,” ujar Ning Hazaji di hadapan peserta.

Ia menambahkan, di era transformasi digital saat ini, perempuan semakin berperan sebagai pemimpin, pengambil keputusan, serta penggerak perubahan di berbagai sektor, termasuk sektor keuangan yang dinamis dan penuh tantangan tata kelola.

Menurutnya, cita-cita Kartini kini telah berkembang. Kesetaraan bukan hanya soal akses, tetapi juga kontribusi nyata dalam menentukan arah pembangunan.

“Menjadi Kartini masa kini bukan sekadar jabatan atau posisi, tetapi nilai, keberanian, dan kepedulian dalam setiap peran yang dijalankan,” tambahnya.

Usai sambutan, Ning Hazaji menerima tali asih dari anggota senam BAJ yang diserahkan oleh sesepuh, Ibu Bardi. Pemberian tersebut sekaligus menjadi bentuk doa dan dukungan, mengingat Ning Hazaji bersama suaminya dijadwalkan akan menunaikan ibadah haji pada 28 April 2026.

Sementara itu, suasana kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 70 peserta. Para peserta tampak antusias mengenakan kebaya berwarna-warni, menambah nuansa khas peringatan Hari Kartini. Senam dipandu oleh empat instruktur, yakni Ning Hazaji, Yani Agus, Nunik, dan Yanti.

Di sisi lain, peringatan Hari Kartini juga semakin semarak di ruang digital melalui berbagai kampanye media sosial yang mengangkat kisah inspiratif perempuan dari berbagai latar belakang.

Isu-isu penting seperti kesehatan perempuan, pendidikan, hingga kesetaraan peran dalam keluarga turut kembali menjadi perhatian publik. Hal ini dinilai sebagai bentuk penghormatan yang lebih substantif terhadap makna Hari Kartini di tengah dinamika zaman.

Kartini masa kini, lanjut Ning Hazaji, tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga sebagai pekerja, pendidik, penggerak komunitas, hingga pilar ketahanan keluarga.

“Pada akhirnya, Hari Kartini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ajakan untuk terus menghargai dan memperkuat peran perempuan secara berkelanjutan,” pungkasnya.(Awiek R).

Type and hit Enter to search

Close