INDRAGIRI HILIR (F86) – Misteri hilangnya seorang warga di perairan Sungai Gangsal semakin menyita perhatian publik. M. Ali, warga Jalan Sukajadi, Kecamatan Reteh, dilaporkan hilang tanpa jejak sejak beberapa hari lalu, memicu operasi pencarian besar-besaran yang hingga kini belum membuahkan hasil.
Peristiwa ini bermula pada Senin pagi, 13 April 2026. Seperti hari-hari sebelumnya, M. Ali berangkat mencari kayu bakau, rutinitas yang selama ini ia jalani. Namun kali ini berbeda, ia tak pernah kembali.
Kecemasan keluarga berubah menjadi kepanikan saat pencarian mandiri yang dilakukan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Bahkan, pompong yang biasa digunakannya pun hilang tanpa bekas. Sungai Gangsal seolah menyimpan rahasia yang belum terpecahkan.
Memasuki hari-hari krusial, aparat dan pemerintah tak tinggal diam. Operasi gabungan kembali digelar dengan kekuatan penuh. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Reteh, Camat, Kapolsek, dan Danramil, turun langsung.
Kekuatan tambahan dari TNI AL, TNI AD, Satpol PP Kabupaten Indragiri Hilir, Tim Reaksi Cepat BPBD Inhil, hingga relawan Pemuda Gerbang Selatan dikerahkan tanpa kompromi.
Apel kesiapan di Pelabuhan Rakyat Sukajadi menjadi titik awal pergerakan massif. Camat Reteh menegaskan, tidak ada ruang untuk kerja setengah hati.
“Semua unsur harus bergerak serempak, satu komando, dan fokus pada titik-titik yang sudah dipetakan. Ini bukan operasi biasa,” tegasnya. Rabu (22/4/2026).
Di lapangan, relawan lokal menjadi ujung tombak. Mereka mengenal medan Sungai Gangsal lebih dari siapa pun, arusnya, jalurnya, hingga titik-titik rawan yang tak semua orang pahami. Namun hingga kini, hasil masih nihil.
Kepala Pelaksana BPBD Indragiri Hilir, R. Arliansah, memastikan bahwa operasi tidak berjalan biasa-biasa saja. Semua sumber daya telah dikerahkan, semua strategi terus disesuaikan.
“Tim gabungan bergerak tanpa henti. Penyisiran dilakukan secara intensif dan terarah. Kondisi arus dan cuaca menjadi tantangan nyata di lapangan, namun upaya tidak akan dihentikan sebelum ada kepastian,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah tekanan dan medan yang tidak bersahabat, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.
Sungai Gangsal kini bukan sekadar aliran air, ia menjadi pusat perhatian, menyimpan tanda tanya besar, ke mana M. Ali..?.
Hingga berita ini diturunkan, penyisiran masih terus dilakukan di sepanjang aliran sungai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Waktu terus berjalan, harapan pun terus diuji.
Masyarakat diminta tidak tinggal diam. Setiap informasi sekecil apa pun bisa menjadi kunci. Di tengah ketidakpastian ini, satu hal yang jelas, pencarian belum usai, dan semua mata tertuju pada Sungai Gangsal.(THONK).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media