Label


Breaking News

KKP RI Turun ke Kuala Selat. Lolos atau Gugur, Nasib Kampung Nelayan Ditentukan Sekarang

 

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) turun langsung ke Desa Kuala Selat untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap usulan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Inhil (F86) – Harapan besar masyarakat pesisir kini berada di ujung penilaian. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) akhirnya turun langsung ke Desa Kuala Selat untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap usulan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Ini bukan sekadar kunjungan, ini adalah momen penentuan, layak dibangun atau hanya tinggal wacana. Minggu (12/4/2026).

Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak ingin program besar hanya berhenti di atas kertas. Semua diuji, semua diverifikasi, dan semua dipastikan apakah Kuala Selat benar-benar siap menjadi wajah baru kampung nelayan modern, atau justru belum memenuhi standar.

Tim verifikator dari KKP RI yang terdiri dari Subhan Riza, Yudik A, dan Budianto melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan tanpa kompromi. Mulai dari titik koordinat, kesiapan lahan, hingga potensi riil sektor perikanan, semuanya diuji secara detail.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Indragiri Hilir, Eko Rahdippa, bersama Kabid Kenelayanan, Raja Ahmad. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemerintah daerah juga berada di garis depan untuk memastikan data yang disampaikan benar-benar valid.

Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya, menegaskan bahwa proses ini adalah tahap krusial, bukan formalitas.

“Kami tidak ingin ada data yang setengah-setengah. Semua disampaikan secara terbuka. Tapi kami juga sadar, keputusan akhir ada di pusat. Hari ini adalah penilaian, bukan penetapan,” tegasnya.

Program KNMP bukan program biasa. Ini adalah paket lengkap transformasi kawasan pesisir. Jika dinyatakan lolos, Kuala Selat akan mendapatkan:

1. Dermaga dan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) modern.

2.Pabrik es dan cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

3. Rumah nelayan yang layak huni.

4. SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan).

5.Pusat kuliner dan ekonomi rakyat, Bengkel kapal.

6. Infrastruktur air bersih

Kepala Dinas Perikanan Inhil, Eko Rahdippa, tidak menutup optimismenya, namun tetap menekankan pentingnya objektivitas.

“Potensi Kuala Selat itu nyata, bukan dibuat-buat. Tapi keputusan tetap berdasarkan penilaian pusat. Tugas kami memastikan semua fakta di lapangan berbicara,” ujarnya.

Di tengah proses yang berjalan, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penyuluh Perikanan, Sugianto, menegaskan bahwa proses ini masih panjang dan penuh tahapan.

“Semua data yang dikumpulkan hari ini akan dibawa ke pusat. Di sanalah diputuskan. Kita tunggu dengan kepala dingin, karena hasilnya akan menentukan masa depan desa ini,” jelasnya.

Verifikasi lapangan ditutup dengan peninjauan lokasi yang direncanakan menjadi pusat pembangunan. Namun yang lebih besar dari itu adalah harapan yang kini menggantung. Harapan akan perubahan nyata bagi nelayan Kuala Selat.

Apakah desa ini akan naik kelas menjadi kampung nelayan modern..?, atau harus kembali menunggu di tengah janji-janji pembangunan. Jawabannya kini ada di tangan pemerintah pusat.(Thonk).

Type and hit Enter to search

Close