![]() |
| Bupati Inhil, H. Herman, didampingi langsung Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R. Arliansah, turun ke lokasi kebakaran di Pasar Bom, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Minggu (12/4/2026). |
INDRAGIRI HILIR (F86) – Di tengah puing-puing kebakaran yang masih menyisakan duka, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menunjukkan sikap tegas, negara tidak boleh absen saat rakyatnya tertimpa musibah. Bupati Inhil, H. Herman, didampingi langsung Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R. Arliansah, turun ke lokasi kebakaran di Pasar Bom, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Minggu (12/4/2026).
Kehadiran keduanya bukan sekadar seremonial. Ini adalah pesan keras bahwa penanganan bencana harus cepat, nyata, dan tidak boleh setengah hati.
Kebakaran yang terjadi pada 8 April 2026 itu meninggalkan luka mendalam. Sebanyak 84 bangunan hangus tak tersisa, 17 lainnya rusak berat. Sebanyak 61 Kepala Keluarga atau 190 jiwa kehilangan tempat tinggal, kehilangan yang tak bisa diganti hanya dengan kata simpati.
Namun pemerintah bergerak. Bantuan digelontorkan dalam jumlah besar, hasil kolaborasi antara BNPB, BPBD Provinsi Riau, Dinas Sosial Provinsi, hingga perangkat daerah di tingkat kabupaten.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
1. Pangan dan logistik: 2,5 ton beras, minyak goreng, mie instan, serta kebutuhan pokok lainnya.
2. Hunian darurat: matras, selimut, terpal, dan perlengkapan pengungsian.
3. Kesehatan dan sandang: paket kebersihan, pakaian, hingga kebutuhan bayi.
Tak berhenti di situ, bantuan tunai sebesar Rp168.000.000 melalui Baznas Inhil juga disalurkan, langkah konkret untuk menjawab kebutuhan mendesak warga yang tidak bisa menunggu.
Dalam pernyataannya, Bupati Herman menyampaikan seruan yang tak bisa diabaikan.
“Ini bukan sekadar bencana, ini ujian solidaritas kita. Pemerintah hadir, tapi ini tidak cukup jika kita berjalan sendiri. Dunia usaha, para pemangku kepentingan, dan masyarakat yang mampu, ini saatnya Anda menunjukkan kepedulian. Jangan tunggu, karena mereka butuh sekarang,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R. Arliansah, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam sejak hari pertama.
“Kami langsung bergerak sejak kejadian. Tidak ada waktu untuk lambat. Evakuasi, penanganan darurat, hingga distribusi bantuan kami pastikan berjalan cepat. Hari ini kami turun langsung untuk memastikan semuanya benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Ini bukan pekerjaan satu instansi. Ini kerja bersama. Dan kami pastikan BPBD akan terus berada di garis depan sampai masyarakat benar-benar pulih,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa di tengah krisis, pemerintah dituntut hadir bukan hanya dengan janji, tetapi dengan aksi nyata.
Karena di saat rakyat kehilangan segalanya, yang paling mereka butuhkan bukan sekadar perhatian, tetapi kepastian bahwa mereka tidak ditinggalkan.(Thonk).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media