Label


Breaking News

Hotspot Nihil di Inhil Hari Ini, BPBD Tegaskan Status Siaga Darurat Karhutla Masih Berlaku

 

Kepala BPBD Kabupaten Inhil, R. Arliasah

Indragiri Hilir (F86) - Meski tidak terdeteksi satu pun titik panas (hotspot) hari ini, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum benar-benar berakhir. 

Pemerintah daerah menegaskan, kondisi saat ini masih jauh dari kata aman. Berdasarkan data pemantauan melalui aplikasi Sipongi, total akumulasi hotspot di wilayah Inhil telah mencapai 189 titik. Angka ini menjadi peringatan serius bahwa potensi kebakaran masih mengintai dan bisa terjadi kapan saja.

Kepala BPBD Kabupaten Inhil, R. Arliasah, secara tegas mengingatkan agar semua pihak tidak terlena dengan nihilnya hotspot hari ini. Menurutnya, status siaga darurat Karhutla tetap diberlakukan sebagai bentuk kewaspadaan maksimal.

“Hotspot hari ini memang nihil, tapi ancaman itu belum hilang. Secara akumulasi sudah 189 titik terpantau. Status kita masih siaga darurat Karhutla, belum masuk tanggap darurat, tapi jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tegasnya saat dihubungi via WhatsAap Senin (01/04/2026).

Ia menekankan, kesiapan anggaran dan operasional memang masih dalam kondisi terkendali. Namun, jika Karhutla kembali meluas, dukungan tambahan dari pemerintah pusat tidak bisa dihindari.

“Anggaran yang ada saat ini masih mencakup seluruh kejadian bencana. Tapi kalau Karhutla meningkat signifikan, kita akan ajukan bantuan ke BNPB pusat. Artinya, kita harus siap menghadapi skenario terburuk,” ujarnya.

Di sisi lain, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil masih siaga penuh di lapangan. Namun, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh apabila kebakaran terjadi secara meluas dan berkepanjangan.

“Operasional TRC masih berjalan. Tapi kalau kebakaran meluas dan berlangsung lama, tentu kita butuh kekuatan tambahan. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Inhil pun melontarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak bermain-main dengan api. Aktivitas pembakaran lahan, sekecil apa pun, berpotensi memicu bencana besar.

“Jangan tunggu sampai asap kembali menutup langit Inhil. Jangan beri ruang bagi Karhutla untuk kembali terjadi,” menjadi pesan tegas yang disampaikan.

Situasi hari ini memang terlihat tenang, namun di balik itu, ancaman tetap mengintai. Kewaspadaan, disiplin, dan kepedulian semua pihak menjadi kunci utama agar Inhil tidak kembali dilanda bencana Karhutla yang merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.(Thonk)

Type and hit Enter to search

Close