Tembilahan (F86)– Peringatan Hari Kartini 21 April 2026 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bukan sekadar seremoni. Momentum ini berubah menjadi seruan keras bagi kebangkitan perempuan.
Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, menegaskan bahwa perempuan hari ini harus tampil sebagai penggerak utama pembangunan, bukan lagi sekadar pelengkap.
Dalam unggahan resminya, Yuliantini tampil anggun mengenakan kebaya emas, membawa pesan kuat,"Habis gelap terbitlah terang. Teruslah bermimpi, belajar, dan berkarya untuk Indonesia yang lebih maju dan berdaya. Teruslah menjadi cahaya bagi negeri.”
Menurut Yuliantini, semangat Raden Ajeng Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar simbol sejarah.
“Kartini bukan hanya dikenang, tapi harus dihidupkan dalam tindakan nyata. Perempuan Inhil harus berani mengambil peran strategis, di pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan,” tegasnya. Kamis (21/4/2026).
Ia menilai, tantangan zaman saat ini menuntut perempuan untuk lebih adaptif, berdaya saing, dan berani tampil di ruang publik.
Realitas di lapangan masih menyisakan pekerjaan rumah, Akses pendidikan yang belum merata, Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan masih terbatas, Tantangan ekonomi keluarga di wilayah pesisir dan pedesaan.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Perempuan harus didorong, diberi ruang, dan difasilitasi untuk maju,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, lanjut Yuliantini, berkomitmen memperkuat program pemberdayaan perempuan, mulai dari pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, hingga peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan di tingkat lokal.
“Kami ingin memastikan perempuan Inhil tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki posisi tawar dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Dari ruang kelas hingga ruang kebijakan, dari dapur hingga panggung kepemimpinan, perempuan Inhil didorong untuk terus melangkah maju.
Pesan Yuliantini jelas dan menggema, "Perempuan bukan objek pembangunan, mereka adalah penentu arah masa depan. Kartini tidak lagi satu nama, tapi jutaan perempuan yang berani bangkit hari ini". (THONK).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media