![]() |
| Bupati Indragiri Hilir Haji Herman |
Tembilahan (F86) — Dalam sebuah pernyataan terbuka yang disampaikan melalui media sosial, Bupati Indragiri Hilir Haji Herman menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kerja nyata dibandingkan retorika dan janji-janji yang belum tentu dapat direalisasikan.
Pernyataan ini menjadi respons langsung atas berbagai dinamika dan persepsi publik yang berkembang. Dengan bahasa yang lugas dan terukur, ia mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada hasil kerja yang dapat dirasakan secara nyata.
“Ini pertama saya merespon di publik terkait saya. Silakan diteruskan dan dicapture sebagai bentuk keterbukaan saya kepada masyarakat,” ujarnya.
Haji Herman juga menekankan bahwa dirinya tidak ingin terjebak dalam pola komunikasi yang berlebihan tanpa dasar yang kuat.
“Saya tidak ingin menjanjikan apa-apa. Saya hanya ingin bekerja, mengerjakan apa yang memang mampu dikerjakan, tanpa perlu berlebihan,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Haji Herman juga menyoroti pentingnya menentukan prioritas pembangunan yang realistis dan berdampak luas.
“Prioritas itu bukan soal banyaknya janji, tetapi kepastian untuk bisa dikerjakan dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.
Pandangan ini mencerminkan pendekatan yang menitikberatkan pada efektivitas program serta keberlanjutan hasil, bukan sekadar popularitas sesaat.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi, Haji Herman juga mengingatkan agar setiap pernyataannya tidak disalahartikan atau dilebih-lebihkan.
“Jangan katakan apa yang saya tidak katakan, dan jangan melebihkan jika itu masih sebatas harapan,” pesannya.
Ia menutup dengan penegasan identitas dirinya sebagai sosok yang mengutamakan kerja konkret.
“Saya seorang pekerja, bukan retorika.”
Pernyataan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang jujur dan bertanggung jawab. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas, pendekatan yang berorientasi pada kerja nyata dinilai relevan dan dibutuhkan.
Dengan sikap tersebut, Haji Herman menunjukkan arah kepemimpinan yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama, bukan sekadar narasi, melainkan aksi yang terukur dan berdampak.
Pernyataan ini menjadi penanda bahwa di tengah dinamika yang ada, komitmen terhadap kerja nyata tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(THONK).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media