![]() |
| Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir R. Arliansah |
Indragiri Hilir (F86) - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan komitmennya dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 seiring meningkatnya ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kondisi cuaca kering ekstrem. Seluruh elemen, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini.
Peringatan dini terhadap potensi karhutla ini menjadi perhatian serius, mengingat pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa anomali iklim dapat berdampak signifikan terhadap meningkatnya titik api di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir.
Upaya pencegahan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat peduli api.
Langkah-langkah strategis seperti patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapan peralatan pemadaman terus dioptimalkan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama guna mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar.
Mengacu pada pembelajaran dari kejadian besar tahun 1997–1998, para ahli mengingatkan, bahwa kebakaran hutan dapat meluas hingga jutaan hektare apabila tidak diantisipasi secara serius. Hal ini memperkuat urgensi langkah preventif yang saat ini tengah digencarkan pemerintah daerah.
Seorang pakar perlindungan hutan, Bambang Hero Saharjo, menegaskan bahwa potensi El Nino 2026 harus menjadi perhatian bersama.
“Belajar dari kejadian 1997–1998, kebakaran hutan dapat meluas hingga jutaan hektare. Dengan adanya potensi El Nino 2026, masyarakat harus lebih waspada dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir R. Arliansah saat dihubungi via WhatsApp menegaskan, bahwa pemerintah daerah tidak akan lengah dalam menghadapi potensi karhutla tahun ini.
“Kami menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama. Seluruh jajaran telah kami instruksikan untuk siaga penuh, mulai dari deteksi dini, patroli lapangan, hingga penanganan cepat apabila terjadi kebakaran. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menekan angka kebakaran.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan. Jika kita lengah, dampaknya bukan hanya lingkungan, tetapi juga kesehatan dan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.
Langkah-langkah strategis yang diambil:
1. Peningkatan patroli terpadu di wilayah rawan karhutla.
2. Penguatan posko siaga dan sistem deteksi dini.
3.Sosialisasi intensif kepada masyarakat desa dan pelaku usaha.
4. Penyiapan sarana dan prasarana pemadaman.
5. Pelibatan aktif masyarakat peduli api.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan bahwa menghadapi potensi karhutla 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan agenda prioritas yang menyangkut keselamatan lingkungan dan masyarakat luas.
Dengan kesiapsiagaan yang terencana dan kolaborasi yang kuat, diharapkan risiko kebakaran dapat ditekan secara maksimal.(Thonk).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media