![]() |
| Foto : Bupati Indragiri Hilir, Haji Herman |
Oleh: Toto Isanto DS
Senin, 13 April 2026
INDRAGIRI HILIR (F86) — Sejak pertama kali menginjakkan kaki sebagai Pejabat Bupati Indragiri Hilir, Haji Herman tampaknya sudah harus bersiap menghadapi satu hal yang tak terhindarkan, "perlawanan".
Bukan tanpa sebab. Kebijakan tegas yang diambilnya, memangkas kegiatan yang tidak prioritas dan dinilai tidak tepat sasaran, langsung menyentuh “urat nadi” kepentingan banyak pihak. Dan seperti yang bisa ditebak, ketika kepentingan mulai terusik, reaksi pun datang tanpa kompromi.
Gelombang penolakan tidak selalu hadir dalam bentuk terbuka. Ia bergerak senyap, menjelma menjadi opini liar, isu yang digoreng, hingga narasi yang disebarkan secara masif di media sosial. Mulai dari isu Baznas hingga pengadaan sapi, semuanya dilempar ke ruang publik, seolah menjadi peluru yang ditembakkan bertubi-tubi.
Pertanyaannya sederhana, "kebetulan atau memang terencana..?".
Dalam dunia politik, serangan seperti ini bukan hal baru. Ketika seorang pemimpin mulai mengganggu zona nyaman kelompok tertentu, maka yang muncul bukan hanya kritik, tapi juga upaya sistematis untuk melemahkan citra dan elektabilitas.
Banyak yang menilai, apa yang terjadi hari ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan pertarungan kepentingan. Ada pihak yang merasa dirugikan, ada pula yang mulai kehilangan ruang gerak.
Namun di balik derasnya serangan, muncul pula arus balik yang tak kalah kuat. Simpati masyarakat perlahan mengalir, melihat situasi ini sebagai bentuk tekanan terhadap seorang pemimpin yang mencoba melakukan perubahan.
Realitas ini kembali menegaskan satu hal yang sering kali terdengar klise, namun nyata adanya, "politik tidak pernah benar-benar bersih dari intrik. Ia keras, tajam, dan sering kali tanpa belas kasihan".
Kini, publik dihadapkan pada dua sisi cerita, antara narasi yang dibangun dan kenyataan yang dirasakan. Di situlah masyarakat diuji, "apakah akan larut dalam arus isu, atau berdiri pada penilaian yang jernih".
Karena pada akhirnya, waktu dan fakta yang akan menjawab, siapa yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat, dan siapa yang sekadar bermain dalam pusaran kepentingan.

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media