![]() |
| Pertunjukan tarian dalam rangkaian peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten. |
Klaten (F86) – Rangkaian peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten masih terus berlangsung. Salah satu agenda utama yang digelar adalah kegiatan Dharma Shanti Kabupaten Klaten 2026 yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh umat Hindu di Kabupaten Klaten sebagai bagian dari momentum mempererat sradha dan bhakti dalam mewujudkan kerukunan umat.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten yang diwakili Staf Ahli Bupati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada selaku penyelenggara kegiatan Dharma Shanti tersebut.
Menurutnya, Hari Raya Nyepi merupakan momentum spiritual yang sangat penting bagi umat Hindu. Melalui rangkaian Dharma Shanti, umat diajak untuk melakukan introspeksi, mengendalikan hawa nafsu, serta menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan.
“Hari Raya Nyepi merupakan momentum spiritual yang sangat penting bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi, mengendalikan hawa nafsu, serta menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan,” ujar Slamet Purwanto membacakan sambutan Bupati.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Nyepi sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks pembangunan daerah, semangat Nyepi mengajarkan pentingnya menata kembali kehidupan yang bermartabat, berdaulat, dan menjunjung tinggi akhlak dalam beragama.
“Dalam konteks pembangunan daerah, semangat Nyepi mengajarkan kita untuk menata kembali kehidupan yang bermartabat dan berdaulat serta menjunjung tinggi akhlak dalam beragama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa kegiatan Dharma Shanti merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang telah melalui beberapa tahapan ritual keagamaan.
Ia menyebutkan, rangkaian tersebut diawali dengan prosesi Melasti yang telah dilaksanakan di Umbul Betek Geneng, Malangjiwan, Kebonarum, Klaten. Selanjutnya dilanjutkan dengan Tawur Agung di , Berata Penyepian di pura maupun di rumah masing-masing, hingga puncaknya Dharma Shanti yang mempertemukan umat Hindu se-Kabupaten Klaten.
“Puncak acara dari rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 adalah Dharma Shanti yang hari ini dilaksanakan di Pendopo Pemda Klaten dan dihadiri umat Hindu se-Kabupaten Klaten,” jelas Sumarwoto.
Ia berharap kegiatan Dharma Shanti ke depan dapat terus berkembang dan berkelanjutan sebagai sarana memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan umat Hindu di Kabupaten Klaten.
“Harapan ke depan, acara ini bisa lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media