Label


Breaking News

BPR Gemilang Tetap Berdenyut Walau Kursi Belum Terisi, Namun Amanah Tetap Terjaga

 

Foto Kantor BPR Gemilang Inhil


TEMBILAHAN (F86) —Di balik satu kursi yang belum terisi, roda lembaga keuangan daerah ini tak pernah berhenti berputar. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memastikan, bahwa yang tampak kosong bukanlah kekosongan arah, melainkan bagian dari proses yang tengah ditempuh dengan tertib dan terukur, di bawah tatapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tak pernah lengah. Sambut (11/4)2026).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Inhil, Dwi Budianto, menyebut keadaan ini bukan celah, bukan pula kegamangan. Satu kursi komisaris memang belum terisi, namun kabar itu telah sampai ke OJK, bukan sebagai kegaduhan, melainkan sebagai laporan resmi yang mengalir sesuai jalur aturan.

“Kekosongan ini adalah bagian dari proses. Dan proses, selalu berjalan dalam koridor yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Di ruang-ruang seleksi, nama-nama telah disaring, ditimbang bukan hanya dari kemampuan, tetapi juga dari integritas yang tak mudah goyah.

Mereka yang terpilih, akan melangkah ke tahapan berikutnya, fit and proper test, sebuah gerbang yang dijaga ketat oleh OJK, agar hanya yang layak yang dapat melintas. Tak hanya itu, di sisi lain, kursi direksi pun tengah dipersiapkan untuk diisi.

Kini hanya satu yang berdiri, namun yang lain sedang menanti giliran, melewati proses yang sama, "seleksi, penilaian, dan keputusan".

Dalam ketentuan yang berlaku, jumlah yang ada hari ini masih sah berdiri. Satu direksi, satu komisaris, cukup untuk menjaga keseimbangan yang diizinkan regulasi.

Namun Pemda tak ingin berhenti pada cukup. Mereka ingin lengkap, ingin utuh, agar langkah ke depan lebih pasti dan kuat.

Sementara itu, di balik layar yang tak selalu terlihat, BPR Gemilang tetap melayani, tetap bergerak, tetap hadir. Tak ada pintu yang tertutup, tak ada layanan yang terhenti. Semua berjalan sebagaimana mestinya, dalam pengawasan yang senantiasa mengikat dari OJK.

“Masyarakat tak perlu cemas. Yang berjalan tetap berjalan, yang diproses, akan selesai pada waktunya,” tutur Budi.

Inilah tentang menjaga kepercayaan, tentang bagaimana tata kelola bukan sekadar kata, melainkan janji yang terus diupayakan nyata.

Di antara proses yang tak instan, Pemda Inhil memilih tetap tegak pada prinsip, "kehati-hatian, transparansi, dan tanggung jawab".

Dan kepada masyarakat, pesan itu disampaikan perlahan namun pasti, "bahwa di balik satu kursi yang kosong, ada proses yang sedang bekerja, diam, terukur, dan menuju arah yang lebih baik.(Thonk).

Type and hit Enter to search

Close