Label


Breaking News

Bayang-Bayang Fee 5 Persen dan Sunyi Perintah. "Siapakah Yang Menulis Naskah Ini...?. Lantas Siapa Yang Selama Ini Menggoreng Nama Abdul Wahid...?"

 


Opini : Oleh Toto Isanto 

Rabu, 29 April 2026

PEKANBARU (F86) — Drama hukum yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, mulai menunjukkan retakan serius. Fakta demi fakta yang terungkap di ruang sidang Pengadilan Negeri Pekanbaru justru menggiring publik pada satu pertanyaan besar, "Benarkah selama ini publik telah digiring pada narasi yang keliru..?".

Kesaksian Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau, Ferry Yunanda, menjadi tamparan keras bagi isu yang selama ini beredar liar. Di bawah sumpah, Ferry menegaskan tidak pernah ada instruksi dari gubernur terkait permintaan fee 5 persen. Pernyataan ini bukan sekadar klarifikasi, ini adalah pukulan telak terhadap tuduhan yang terlanjur membentuk opini publik.

Lebih mengejutkan lagi, rapat yang digadang-gadang sebagai ajang pembahasan “SETORAN PROYEK” pada 26 Mei 2025 di Bappeda Riau, ternyata nihil dari pembicaraan fee maupun aliran dana miliaran rupiah.

Jika benar demikian, lalu siapa yang pertama kali meniupkan isu ini ke ruang publik..?.

Ferry juga membuka fakta yang tak kalah mengusik, "Ia tidak tahu ke mana sebenarnya aliran dana itu bermuara. Bahkan, ia tidak bisa memastikan apakah uang tersebut pernah sampai kepada gubernur".

Ini bukan sekadar celah, ini adalah lubang besar dalam konstruksi tuduhan. Yang paling mengguncang, praktik pengumpulan fee justru disebut sebagai inisiatif internal, khususnya dari para kepala UPT. Artinya, jika praktik itu benar terjadi, maka ia bergerak tanpa komando dari pucuk pimpinan.

Tidak ada tekanan, tidak ada perintah. Lalu, mengapa nama gubernur yang terus diseret ke tengah pusaran..?.

Situasi ini memunculkan dugaan serius, "Apakah ada upaya sistematis untuk membangun opini dan menyeret nama besar ke dalam pusaran yang belum tentu terbukti. Ataukah ini sekadar permainan aktor-aktor internal yang kini mulai terkuak satu persatu".

Persidangan ini bukan lagi sekadar proses hukum, ini adalah panggung pembongkaran narasi.

Fakta yang muncul perlahan menggoyahkan bangunan tuduhan yang selama ini tampak kokoh di permukaan.

Kini publik menunggu, "Akankah kebenaran benar-benar dibuka hingga ke akar, atau justru kembali tertutup oleh kepentingan..?".

Satu hal yang pasti, arah angin kasus ini mulai berubah, dan tidak semua pihak akan siap menghadapi kenyataan yang terungkap. (THONK).

Type and hit Enter to search

Close