![]() |
| Foto konferensi pers tindak pidana narkoba Polres inhil |
Indragiri Hilir (F86) – Di hamparan negeri yang dibelah sungai-sungai panjang dan lorong-lorong air yang tak pernah tidur, sebuah perang sunyi terus berkobar. Bukan perang dengan dentuman senjata, melainkan pertempuran melawan racun yang perlahan menggerogoti masa depan, "NARKOTIKA".
Di garis depan, berdiri AKBP Farouk Oktora, memimpin langkah tanpa lelah. Sejak Januari hingga April 2026, sebanyak 79 jiwa yang terjerat dalam pusaran gelap itu telah diamankan dari 64 perkara. Mereka bukan sekadar angka, melainkan potret getir dari pertarungan antara harapan dan kehancuran.
Di antara barang bukti yang terhampar, tampak serpihan masa depan yang nyaris hilang, 583,8 gram sabu, 54 gram ekstasi dan 96,2 gram ganja. Benda-benda itu sunyi, namun daya rusaknya menggema hingga ke relung kehidupan.
Didampingi Ketua Granat Inhil H. Budiansyah BD dan Kasat Narkoba AKP Adam Efendi, Kapolres menyampaikan bahwa perjuangan ini bukan tanpa rintangan. Alam Inhil, dengan bentangan geografisnya yang luas dan berliku, kerap menjadi ujian kesabaran dan keteguhan.
Namun langkah tak pernah surut. Perahu-perahu kecil tetap melaju, menyusuri arus, menembus kabut pagi demi satu tujuan, "menyelamatkan generasi dari jurang kehancuran".
Di Kecamatan Tembilahan, yang mencatat 17 kasus, gema peringatan terasa paling nyaring. Namun sesungguhnya, setiap sudut wilayah menyimpan cerita yang sama, tentang ancaman yang diam-diam mengintai.
Dalam lirih yang tegas, AKBP Farouk Oktora mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjadi saksi. Sebab dalam perang ini, diam adalah ruang bagi kejahatan untuk tumbuh.
“Mari kita jaga negeri ini bersama,” ujarnya. Seolah menjadi bisikan yang mengalir bersama angin dan air, menyusup ke hati setiap warga.
Operasi Antik 2026 yang akan berlangsung hingga 7 Mei hanyalah satu bab dari kisah panjang ini. Setelahnya, perjuangan tetap berlanjut, tanpa jeda, tanpa lelah.
Di tanah yang kaya akan budaya dan harapan ini, perang melawan narkoba bukan sekadar tugas aparat. Ia adalah panggilan nurani. Sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa masa depan tidak tenggelam di arus yang salah.(THONK).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media