Label


Breaking News

Upaya Tegas Negara, 32 Ton Komoditas Hortikultura Diamankan di Inhil

 


Tembilahan (F86) — Komitmen penegakan hukum dan pengawasan terhadap distribusi komoditas strategis kembali ditegaskan melalui tindakan pengamanan terhadap muatan bawang dan cabai kering dalam jumlah besar di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penindakan dilakukan oleh aparat intelijen Kodam Riau terhadap komoditas yang diangkut menggunakan kapal bernama Anisa 89. Penangkapan berlangsung di wilayah Kelurahan Seberang Tembilahan.

Adapun barang tersebut diketahui milik seorang warga bernama Junai yang berdomisili di Kelurahan Sungai Beringin.

Dalam proses awal, komoditas tersebut dilaporkan sempat berada dalam pengawalan oleh oknum yang mengatasnamakan anggota dari satuan Gogapwil Tanjung Pinang.

Total barang yang diamankan diperkirakan mencapai ±32 ton, yang terdiri dari sekitar 30 ton bawang dan 2 ton cabai kering, dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Karantina Parit 8 untuk menjalani proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai langkah lanjutan, direncanakan komoditas tersebut akan dilakukan pemusnahan pada esok hari sebagai bentuk ketegasan dalam menegakkan aturan dan mencegah peredaran barang yang tidak sesuai ketentuan.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas distribusi pangan, melindungi kepentingan masyarakat, serta memastikan seluruh aktivitas perdagangan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami tidak akan mentolerir praktik-praktik yang berpotensi merusak tatanan distribusi dan merugikan masyarakat. Penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas, terukur, dan profesional,” demikian disampaikan sumber terkait.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk senantiasa mematuhi aturan serta berperan aktif dalam menjaga ketertiban distribusi komoditas demi terciptanya sistem ekonomi yang sehat, adil, dan berkelanjutan.(Thonk).

Type and hit Enter to search

Close