Label


Breaking News

Serunya Berburu Takjil Gratis di Kampung Ramadhan Masjid Jogokariyan Yogyakarta, 4.800 Porsi Dibagikan Setiap Hari

 

Hidangan buka puasa yang disediakan oleh panitia Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Jogja, Minggu (8/3/2026).

Yogyakarta (F86) – Suasana berburu takjil gratis di kawasan Kampung Ramadhan Masjid Jogokariyan selalu menjadi momen yang dinantikan warga setiap bulan suci Ramadhan.

Kemeriahan ini bukan sekadar soal mendapatkan makanan gratis untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, solidaritas, serta tradisi Ramadhan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Yogyakarta.

Agenda tahunan yang digelar oleh takmir masjid tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar. Kelompok ibu-ibu dari berbagai RW turut berpartisipasi dalam proses memasak hingga pendistribusian makanan bagi jamaah yang datang untuk berbuka puasa.

Setiap sore, sepanjang Jalan Jogokariyan berubah menjadi pusat kuliner Ramadhan. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka lapak mulai dari pertigaan Jalan Krapyak hingga kawasan sebelah barat SPBU di Jalan Parangtritis.

Beragam makanan khas Ramadhan ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari kolak, es buah, onde-onde, gorengan, bakso, hingga wedang ronde. Selain itu tersedia pula hidangan khas daerah seperti pecel, gudangan, hingga nasi kuning.

Reporter Fakta86, Awiek R., yang meliput langsung di lokasi pada Minggu (8/3/2026) mencatat antusiasme warga sangat tinggi. Banyak mahasiswa serta masyarakat dari wilayah selatan Yogyakarta yang datang untuk menikmati suasana Ramadhan sekaligus berbuka puasa bersama di masjid tersebut.

Tak hanya menjadi pusat kuliner, Masjid Jogokariyan juga menyiapkan ribuan porsi takjil gratis setiap harinya bagi jamaah yang datang.

Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir, mengatakan bahwa pihak masjid menyediakan ribuan porsi takjil untuk masyarakat umum.

“Setiap hari kami menyiapkan sekitar 4.800 porsi takjil gratis untuk jamaah yang berbuka puasa di Masjid Jogokariyan. Selain itu juga ada sekitar 500 porsi khusus untuk para relawan yang membantu kegiatan Ramadhan,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, jika ada jamaah yang belum kebagian takjil utama, pihak masjid tetap menyediakan kurma dan roti agar semua yang hadir dapat berbuka puasa dengan nyaman.

“Bagi yang belum kebagian takjil utama, kami tetap siapkan kurma dan roti agar semua yang datang bisa berbuka puasa. Prinsipnya Ramadhan di Jogokariyan adalah kebersamaan dan berbagi kebaikan,” tambahnya.

Setiap hari para relawan masjid bekerja sama menyiapkan hidangan berbuka puasa. Semangat gotong royong tersebut menciptakan suasana kebersamaan yang kuat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kampung Ramadhan Jogokariyan pun tidak hanya menjadi ajang berburu takjil gratis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang kecil yang membuka lapak kuliner di sekitar kawasan tersebut.

Dengan konsep berbagi dan kebersamaan, kegiatan ini terus menjadi ikon Ramadhan di Yogyakarta sekaligus menarik perhatian masyarakat luas yang ingin merasakan suasana berbuka puasa penuh berkah di Masjid Jogokariyan.(Awiek R).



Type and hit Enter to search

Close