Yogyakarta (F86) – Komunitas Sasana Senam Bursa Agro Jogja (BAJ) menggelar kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal yang berlangsung di halaman rumah Ketua Senam BAJ, Ning Hazaji, RW 12 Gedongkiwo, Jalan Bantul, Kota Yogyakarta, Selasa (31/3/2026) pagi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta senam lansia ini berlangsung meriah dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias mengikuti senam bersama yang dipandu oleh empat instruktur, yakni Ning Hazaji, Yani Agus, Nunik, dan Yanti.
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri melalui tradisi Syawalan yang sudah lama mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa.
Ketua Senam BAJ, Ning Hazaji, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Syawalan merupakan tradisi penting dalam masyarakat setelah perayaan Idul Fitri.
“Syawalan merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan setelah Lebaran sebagai bentuk silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan kualitas ibadah. Tradisi ini juga menjadi simbol kembali ke fitrah setelah menjalani puasa selama satu bulan,” ujar Ning Hazaji.
Ia menambahkan, tradisi Syawalan identik dengan hidangan ketupat yang memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat Jawa.
“Ketupat menjadi simbol ‘ngaku lepat’ atau mengakui kesalahan. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan tahunan, tetapi juga memiliki nilai filosofis dan kepercayaan yang masih dilestarikan hingga sekarang,” jelasnya.
Menurutnya, Syawalan juga menjadi puncak rangkaian perayaan Idul Fitri yang sarat nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta ungkapan rasa syukur.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota senam juga menggelar halal bihalal sebagai bentuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan sosial antar anggota komunitas maupun masyarakat sekitar.
Dengan cuaca yang cerah dan suasana penuh kekeluargaan, kegiatan senam bersama dan Syawalan ini berlangsung hangat serta semakin memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.(Awiek R).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media