Catatan Yang Terserak
Oleh: Toto Isanto DS
Kamis 19 Maret 2026
Pekanbaru (F86) - Di setiap ujung Ramadan, harapan selalu berlabuh pada satu nama, Idul Fitri. Dia datang membawa cahaya, menyulam rindu menjadi temu, dan menuntun manusia kembali pada fitrah.
Namun pada tahun 2011, langkah menuju hari kemenangan itu sejenak tertahan, bukan karena hilangnya harapan, melainkan karena langit belum memberi tanda.
Kala itu, banyak hati telah bersiap menyambut Lebaran pada 30 Agustus, kalender-kalender telah lebih dulu menulisnya, seolah waktu telah pasti. Namun senja berkata lain, Hilal tak menampakkan diri, seakan langit ingin mengajarkan bahwa tidak semua yang direncanakan manusia sejalan dengan ketentuan-Nya.
Malam pun menjadi saksi dalam sidang isbat, para pemangku keputusan menimbang antara perhitungan dan kenyataan, antara harapan dan ketetapan. Hingga akhirnya, sebuah kepastian diumumkanm, "1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada Rabu, 31 Agustus 2011".
Di balik jeda itu, tersimpan pelajaran tentang kesabaran, tentang bagaimana manusia belajar tunduk pada proses, menerima perbedaan, dan tetap menjaga kebersamaan meski langkah tak selalu serempak.
Lebaran 2011 bukan sekadar cerita tentang tanggal yang berubah, dia adalah kisah tentang kedewasaan umat, bahwa kemenangan sejati tidak diukur dari kapan ia dirayakan, tetapi dari bagaimana ia dimaknai.
Sebab pada akhirnya, Idul Fitri bukan hanya soal hari, dia adalah perjalanan hati menuju keikhlasan, menuju persatuan, dan menuju damai yang sesungguhnya.(Thonk).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media