Label


Breaking News

Kehadiran Ganjar Pranowo di Kampus BOSA Meriahkan Aksi Berbagi Takjil Alumni Bosa Bersatu

Berbagi takjil yang digelar Alumni Bosa Bersatu (ABB) di Kampus BOSA Yogyakarta kepada pengendara yang lewat, Jumat (13/3/2026) sore.

Yogyakarta (F86) - Kehadiran mantan calon presiden 2024, Ganjar Pranowo, memberikan kesan tersendiri dalam kegiatan berbagi takjil yang digelar Alumni Bosa Bersatu (ABB) di Kampus BOSA Yogyakarta, Jumat (13/3/2026) sore.

Kedatangan alumni BOSA angkatan 1987 tersebut disambut hangat oleh para alumni lintas angkatan, siswa, serta jajaran sekolah. Kepala Sekolah BOSA, Chatarina Evita Aprilianti, bersama Ketua ABB Budi Waljiman, turut menyambut kehadiran Ganjar yang datang untuk bersilaturahmi dengan almamater dan para siswa.

Suasana semakin meriah ketika sejumlah siswa dan alumni memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama dan berswafoto dengan tokoh nasional tersebut.

Kepala Sekolah BOSA, Chatarina Evita Aprilianti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kebersamaan para alumni yang terus menjaga hubungan dengan almamater melalui berbagai kegiatan sosial.

Kegiatan berbagi takjil kali ini juga berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya pembagian takjil dimulai sekitar pukul 17.30 WIB, pada kesempatan tersebut kegiatan dimajukan menjadi pukul 16.30 WIB. Hal ini dilakukan karena Ganjar Pranowo memiliki agenda buka puasa bersama di Kota Jogja sehingga hanya dapat hadir sebentar di kampus BOSA.

Pada kegiatan yang menjadi agenda terakhir ABB dalam rangkaian berbagi takjil di bulan Ramadhan 1447 Hijriah tersebut, panitia membagikan sekitar 1.300 paket takjil kepada masyarakat.

Ketua Alumni Bosa Bersatu (ABB), Budi Waljiman, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan tradisi tahunan yang bertujuan memperkuat nilai kebersamaan serta menumbuhkan semangat toleransi di tengah masyarakat.

“Kegiatan berbagi takjil ini merupakan rangkaian agenda yang kami kemas sebagai tradisi untuk meningkatkan nilai kebersamaan sekaligus mengembangkan sikap toleransi sebagai budaya kearifan lokal yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Budi Waljiman.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antarwarga.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya melihat dari apa yang diberikan para alumni BOSA, tetapi dari ketulusan dan kepedulian untuk berbagi serta menjalin toleransi antarumat beragama. Kegiatan ini juga bertujuan membangun semangat berbagi dan menciptakan suasana saling peduli, terutama bagi mereka yang membutuhkan hidangan berbuka puasa,” tambahnya.

Ia menilai momentum bulan suci Ramadhan menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk memperkuat solidaritas sosial melalui berbagai kegiatan berbagi kepada masyarakat.

Kegiatan berbagi takjil tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan sosial Alumni Bosa Bersatu selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. (Awiek R).

Type and hit Enter to search

Close