![]() |
| Camat Gantiwarno Veronika Setyaningsih saat memantau gerakan pasar murah di Pendopo Kecamatan Gantiwarno, Jumat (6/3/2026). |
Klaten (F86) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, menggelar gerakan pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Gantiwarno, Jumat (6/3/2026).
Pasar murah ini digelar bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Camat Gantiwarno Veronika Setyaningsih menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menekan harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga menjelang Lebaran.
“Pasar murah ini kami selenggarakan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Veronika.
Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras SPHP dari Bulog seharga Rp57 ribu per kemasan, minyak goreng Rp15 ribu, gula pasir Rp17 ribu, serta telur ayam Rp25 ribu per kilogram.
Untuk pemerataan, panitia membatasi pembelian maksimal dua unit untuk setiap jenis barang yang dijual.
“Pembelian kami batasi maksimal dua untuk setiap orang agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari pasar murah ini,” jelasnya.
Selain bahan pokok, kegiatan ini juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari beberapa desa yang turut memasarkan produk UMKM dan hasil olahan pertanian lokal.
Tak hanya itu, pemerintah kecamatan juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Karena masyarakat berkumpul di sini, kami sekaligus mengadakan gerakan percepatan pelayanan identitas kependudukan,” tambah Veronika.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Berbagai komoditas seperti beras, gula, dan minyak goreng bahkan langsung habis terjual. Sementara itu, telur ayam yang disediakan sekitar 300 kilogram juga menjadi salah satu produk yang paling diminati warga.
Menurut Veronika, kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang saat ini juga menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk gagal panen akibat banjir dan serangan hama.
“Harapan kami dengan adanya pasar murah ini bisa membantu mengurangi beban masyarakat, terutama menjelang Lebaran,” pungkasnya.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media