Catatan Yang terserak
Oleh: Toto Isanto DS
Jum'at : 30 Maret 2026
Tembilahan (F86) - Ini bukan lagi soal kelalaian, Ini soal kebusukan yang dipelihara. Ketika sebuah lembaga yang berdiri di atas nama kesucian, yang membawa amanah umat, yang seharusnya menjadi jembatan harapan bagi mereka yang tertindas, justru berubah menjadi arena permainan kepentingan, maka yang hancur bukan hanya sistem, tapi juga nurani.
BAZNAS seharusnya suci, tapi apa jadinya ketika tangan-tangan kotor ikut campur..? Ketika keputusan bukan lagi soal siapa yang paling membutuhkan, melainkan siapa yang paling dekat dengan kekuasaan, di situlah semuanya berubah menjadi menjijikkan.
Dana umat bukan lagi amanah, ia diperlakukan seperti jarahan, dan kepercayaan bukan lagi dijaga, ia dijual murah demi kenyamanan segelintir orang.
Mereka yang duduk di kursi pengambil kebijakan berbicara seolah-olah mereka penyelamat. Padahal di balik itu, ada kerakusan yang tak pernah kenyang.
Mereka berlindung di balik aturan, bersembunyi di balik struktur, tapi bau busuknya tak pernah bisa ditutup rapat, dan yang paling memuakkan, mereka tetap merasa benar, seolah semua ini wajar, seolah tidak ada yang akan menggugat, dan seolah-olah amanah bisa dipelintir tanpa konsekuensi. Padahal, setiap rupiah yang disalahgunakan adalah jeritan yang dikhianati, setiap keputusan yang dipolitisasi adalah luka yang sengaja diciptakan.
Ini bukan sekadar kritik, ini peringatan keras. Karena ketika tempat suci sudah tercemar, maka yang akan datang bukan lagi kepercayaan, melainkan kemarahan, dan ketika kemarahan itu bangkit, dia tidak akan datang dengan sopan, dia akan menghantam, meruntuhkan, dan membuka semua yang selama ini disembunyikan.
Jika BAZNAS terus dijadikan alat kepentingan busuk, maka bersiaplah, karena bukan hanya reputasi yang hancur, tapi juga wajah moral para pelakunya akan terseret tanpa ampun. Tak ada yang lebih berbahaya dari pengkhianatan yang dibungkus kesucian.(Thonk).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media