Klaten (F86) - Sebanyak 138 pegawai Mitra Boga Gizi (MBG) mengikuti Kursus Pangan Siap Saji (KPSS) bagi penjamah makanan yang diselenggarakan oleh Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera dan Yayasan Sridaya Makmur Abadi, Selasa (2/2/2026).
Kegiatan pelatihan tersebut digelar di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Klaten (BBM) dengan menghadirkan empat narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pegawai terkait keamanan pangan, pengolahan makanan higienis, serta penerapan standar kesehatan lingkungan dan sanitasi (SLHS).
Ketua Yayasan, Bambang Sridaya, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah preventif agar seluruh proses penyediaan makanan tetap memenuhi standar kesehatan dan gizi.
“Kami menghadirkan narasumber langsung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, salah satunya Ibu Dwi Rahayu Ambarwati, yang memberikan materi tentang keamanan pangan dan pengolahan makanan yang higienis serta bergizi,” ujar Bambang Sridaya.
Ia menambahkan, selama operasional Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) yang dikelola pihaknya, belum pernah menerima keluhan terkait kualitas makanan yang disajikan.
“Selama MBG kami berjalan, menu yang kami sajikan aman dan bergizi, dan hingga saat ini belum pernah ada komplain. Namun pelatihan ini tetap penting agar seluruh pegawai memiliki pemahaman yang sama sebelum dan selama operasional berlangsung,” tegasnya.
Menurut Bambang, pelatihan KPSS ini sangat bermanfaat bagi pegawai, khususnya dalam hal pengolahan pangan, penyimpanan bahan makanan, serta pemahaman standar operasional prosedur (SOP).
Sementara itu, salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Dwi Rahayu Ambarwati, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap SOP dalam pengolahan dan penyimpanan makanan.
“Jika terjadi pelanggaran SOP, terutama dalam pengolahan dan penyimpanan bahan pangan, maka wajib menggunakan alat pengatur suhu sesuai ketentuan agar makanan tetap aman,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa apabila ditemukan dugaan keracunan pangan yang bersumber dari MBG, tim kesehatan akan segera mengambil langkah cepat.
“Jika ada makanan yang menyebabkan keracunan, kami akan segera mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. Selain itu, sebelum makanan didistribusikan, tim gizi wajib mencicipi terlebih dahulu untuk memastikan kelayakannya,” pungkas Dwi Rahayu.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme penjamah makanan serta menjamin keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat program MBG di Kabupaten Klaten.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media