![]() |
| Foto ilustrasi |
Batam (F86) - Janji manis program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya mulai terasa hambar, setidaknya bagi para orang tua siswa di Kelurahan Tanjung Uma, Lubuk Baja, yang mana tampaknya program tersebut dimanfaatkan sejumlah oknum.
Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi seimbang di hari pertama sekolah pada bulan Ramadan, Senin (23/2/2026), anak-anak justru membawa pulang bingkisan yang lebih mirip "snack ulang tahun" kelas bawah.
Kekecewaan ini meledak setelah foto-foto paket MBG beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp.
Paket yang seharusnya bernilai Rp15.000 itu terpantau hanya berisi:
* 3 butir kurma
* 1 keping biskuit Roma
* 1 roti biskuit
* 1 potong jagung rebus
Nurjanah, salah satu wali murid, tidak mampu menyembunyikan kekesalannya. Menurutnya, komposisi tersebut sangat jauh dari standar gizi yang digembar-gemborkan pemerintah.
"Pas nengok menunya, kok cuma seperti ini? Ini sih cemilan, bukan makan bergizi! Kalau dihitung-hitung, paling cuma Rp 6 ribuan harganya. Mending kasih uangnya Rp 15 ribu ke kami, biar kami masak sendiri di rumah lebih jelas gizinya," cetus Nurjanah.
Isu ini ternyata bukan barang baru bagi pihak sekolah. Humas sekolah, Yuli Arni, membenarkan bahwa kualitas menu tersebut memang bermasalah. Ironisnya, keluhan dari pihak sekolah selama ini seolah hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan pihak penyelenggara (SPPG).
"Kami sudah sering protes, tapi tidak ditanggapi dan tidak ada perubahan. Kasihan anak-anak, banyak makanan yang akhirnya terbuang dan mubazir karena tidak layak disebut makan bergizi," ungkap Yuli dengan nada kecewa.
Ketimpangan antara anggaran yang dialokasikan dengan realitas di lapangan menjadi sorotan utama. Masyarakat kini mulai mempertanyakan ke mana sisa anggaran tersebut mengalir jika yang sampai ke tangan siswa hanyalah sepotong jagung dan biskuit kemasan.
Di tengah kewajiban menjalankan ibadah puasa, nutrisi siswa seharusnya menjadi prioritas utama, bukan malah dijadikan ajang "hemat anggaran" oleh oknum penyedia jasa.
Hingga saat ini, media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak penyelenggara MBG terkait terkait dugaan "sunat menu" yang menuai kemarahan publik di Tanjung Uma ini. (Red)

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media