![]() |
| Foto bersama saat merayakan perayaan tahun baru Imlek |
Opini
Oleh: Awiek R
Editor: Aji
Yogyakarta (F86) - Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender bagi masyarakat Tionghoa, melainkan momentum spiritual, budaya, dan sosial yang sarat makna. Tradisi yang berakar dari peradaban kuno di Tiongkok ini telah diwariskan turun-temurun dan masih dipraktikkan hingga kini, termasuk di Indonesia.
Tahun 2026 dalam kalender Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api, yang berlangsung mulai 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Dalam astrologi Tionghoa, setiap tahun dipengaruhi oleh kombinasi 12 shio dan lima elemen kayu, api, tanah, logam, dan air yang membentuk siklus 60 tahunan. Unsur api pada shio Kuda diyakini membawa energi dinamis, keberanian, serta peluang perubahan besar.
Dalam kepercayaan tradisional, tahun Kuda Api diprediksi memberi keberuntungan bagi sejumlah shio, seperti Ular, Kuda, Naga, Kambing, Ayam, Anjing, dan Babi. Keberuntungan tersebut dipercaya dapat muncul dalam bentuk kemajuan karier, keharmonisan keluarga, maupun peluang rezeki.
Imlek dikenal pula sebagai Festival Musim Semi, yang berlangsung sejak hari pertama bulan pertama kalender lunar hingga hari ke-15, yang ditutup dengan perayaan Cap Go Meh. Selama masa tersebut, umat yang merayakan melakukan sembahyang sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas kesempatan memasuki tahun baru.
Bagi umat Khonghucu, Imlek merupakan hari besar keagamaan yang sarat nilai spiritual. Ritual doa dan penghormatan leluhur menjadi wujud harapan agar kehidupan di tahun mendatang dipenuhi keberkahan dan keselamatan.
Warna merah dan kuning mendominasi perayaan Imlek. Merah melambangkan unsur api, yang dimaknai sebagai kehidupan baru, keberanian, dan kemakmuran. Hiasan lentera, dekorasi rumah, hingga pakaian bernuansa merah diyakini dapat mengusir energi buruk.
Tradisi pemberian angpao atau amplop merah juga memiliki makna perlindungan dan keberuntungan. Dalam legenda, amplop merah dipercaya mampu menangkal gangguan makhluk jahat seperti Nian. Angpao diberikan tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada keluarga dan kerabat.
Jumlah uang dalam angpao biasanya mengandung angka 8, yang dianggap membawa hoki. Sebaliknya, angka 4 dihindari karena pengucapannya dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata “kematian”.
Tanggal Tahun Baru Imlek berubah setiap tahun karena mengikuti siklus bulan. Secara umum, Imlek jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari, bertepatan dengan fase bulan baru setelah titik balik matahari musim dingin. Secara tradisional, rangkaian perayaan berlangsung hingga Festival Lentera, menandai penutup musim perayaan.
Lebih dari sekadar tradisi, Imlek mencerminkan nilai universal: harapan, kebersamaan keluarga, serta optimisme menghadapi masa depan. Tahun Kuda Api 2026 menjadi simbol semangat baru—berani melangkah, terbuka terhadap perubahan, dan menjaga harmoni dalam kehidupan sosial.
Di tengah modernisasi, tradisi Imlek tetap relevan karena mengajarkan pentingnya menghargai akar budaya sekaligus merawat solidaritas antarsesama.(Awiek R).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media