Label


Breaking News

Kirab Gunungan 1.000 Apem Meriahkan Sarkem Fest 2026, Tradisi Ruwahan Sosromenduran Tarik Wisatawan

 

Tradisi ruwahan masyarakat Kampung Sosromenduran kembali digelar meriah melalui Festival Pasar Kembang atau Sarkem Fest 2026, Jumat (13/2/2026)

YOGYAKARTA (F86) – Tradisi ruwahan masyarakat Kampung Sosromenduran kembali digelar meriah melalui Festival Pasar Kembang atau Sarkem Fest 2026, Jumat (13/2/2026). Kirab budaya dengan dua gunungan apem yang diikuti ratusan warga menjadi tontonan menarik bagi masyarakat lokal hingga wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Prosesi dimulai dari titik kumpul depan Hotel Patra Malioboro sekitar pukul 15.30 WIB. Dua gunungan apem, barisan bergodo, serta ratusan peserta kirab mulai diarak setelah pengibasan bendera oleh Drs. Kadri Renggono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang mewakili Wali Kota Yogyakarta.

Kirab menempuh rute Jalan Sosromenduran – Jalan Malioboro – Jalan Dagen – Gandekan Lor – dan kembali ke Sosromenduran sebagai titik akhir.

Setelah kirab selesai, warga dan pengunjung menyaksikan pemaparan budaya apeman di layar raksasa sebelum dilanjutkan kenduri bersama di atas panggung utama.




Tokoh panitia Tuwanggomo, Sigit Aprianto, menjelaskan bahwa tradisi apeman merupakan bagian penting dari budaya ruwahan yang telah diwariskan turun-temurun.

“Kirab gunungan apem bukan sekadar tontonan budaya, tetapi simbol doa, sedekah, dan kebersamaan masyarakat menjelang Ramadan,” ujarnya.

Festival ini menjadi penyelenggaraan kedelapan dan rutin digelar setiap bulan Ruwah atau Sya’ban dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut bulan puasa.

Lurah Sosromenduran, Hendy Setiawan, S.I.P., menegaskan bahwa tradisi ruwahan memiliki makna sosial dan religius yang kuat bagi masyarakat.

“Tradisi ruwahan melestarikan silaturahmi, sedekah, serta menjadi simbol pembersihan diri sebelum menjalankan ibadah puasa,” katanya.

 


Ia menambahkan, Sarkem Fest 2026 merupakan kolaborasi berbagai pihak, antara lain Dinas Pariwisata, Kemantren Gedongtengen, Kelurahan Sosromenduran, pelaku industri perhotelan, Insan Pariwisata Indonesia (IPI), serta Kampung Wisata Sosromenduran.

Selain kirab dua gunungan berisi 1.000 apem, festival juga menghadirkan panggung seni warga, pertunjukan Barongsai, serta hiburan musik di beberapa lokasi. Musik jazz digelar di Neo Hotel Malioboro, sementara panggung utama di Hotel Patra Malioboro menghadirkan musik rock dan hiburan rakyat hingga malam hari.

Menjelang penutupan acara, MC Taslim mengundang tamu VIP dan warga untuk mengikuti kenduri atau ondrowinan bersama sebagai puncak tradisi ruwahan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menilai festival ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi wisata kota.

“Festival seperti ini memperkuat identitas budaya Yogyakarta sekaligus menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui Sarkem Fest, warga berharap tradisi ruwahan tetap lestari sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya tahunan di Kota Gudeg.(Awiek R).



Type and hit Enter to search

Close