Label


Breaking News

Kirab Budaya Apeman Guyub Rukun Meriahkan Tradisi Ruwahan di Kampung Tegal Lempuyangan

 

Gunungan Apem Lanang dan Wadon yang Akan Dikirabkan Keliling Kampung

Yogyakarta (F86) - Tradisi Ruwahan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan suka cita menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali digelar warga Kampung Tegal Lempuyangan, Kemantren Danurjan, Kota Yogyakarta, Sabtu sore (31/1/2026).

Tradisi yang dilaksanakan pada bulan Ruwah ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa dengan menghadirkan makanan khas berupa ketan, kolak, dan apem. Selain dikemas secara sederhana sesuai kondisi warga, tradisi Ruwahan juga kerap dipadukan dengan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat luas, salah satunya melalui Kirab Budaya Apeman Guyub Rukun.

Kirab budaya diawali dari RW 02 Kampung Tegal Lempuyangan dengan menampilkan dua gunungan apem, yakni gunungan apem lanang dan gunungan apem wadon. Sebelum dikirab, warga dan tamu undangan disuguhkan berbagai pertunjukan seni potensi lokal Kemantren Danurjan, seperti kesenian Angguk, flash mob, serta dramatik laku kirab budaya bertajuk “Kampung Tegal Lempuyangan Manunggaling Rasa lan Karso”, garapan Mas Eko, seniman sekaligus warga RW 02.

Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan penyerahan cinderamata berupa wayang Gatotkaca kepada Lurah Bausasran, Ahmad Yuliantara, yang diserahkan oleh seorang dalang cilik sebagai simbol pelestarian budaya sejak dini.

Menjelang puncak acara, panitia menyerahkan makanan tradisional ketan, kolak, dan apem kepada para sesepuh wilayah Kampung Tegal Lempuyangan, mulai RT 01 hingga RT 07. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur dan tokoh masyarakat.

RW 02 Tegal Lempuyangan – Jalan Hayam Wuruk – Jalan Bausasran – Jalan Dr. Soetomo – sebelah barat Stasiun Lempuyangan (finish).

Ratusan warga memadati sepanjang Jalan Hayam Wuruk hingga lokasi akhir untuk menyaksikan kirab budaya tersebut. Pada prosesi rayahan, gunungan apem lanang berada di barisan depan, disusul gunungan apem wadon di belakang.

Antusiasme warga terlihat luar biasa. Tidak sampai 10 menit, dua gunungan apem habis dirayah masyarakat. Panitia pun menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan apem kepada penonton yang tidak sempat ikut rayahan, menggunakan kardus yang telah disiapkan.

Mas Eko, selaku penggagas Kirab Budaya Apeman Guyub Rukun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjaga nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

“Kirab Apeman ini bukan sekadar tradisi, tetapi wujud manunggaling rasa lan karso warga Tegal Lempuyangan. Kami ingin budaya ini tetap hidup, menjadi ruang guyub, sekaligus sarana edukasi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya,” ujar Mas Eko.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Komisi A, FX Wisnu Sabdono Putra, Sutanto Dwi Antara, serta anggota DPRD Agus Riyanto dan Endro Sulaksana. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta (Warisan Budaya Takbenda) Yetti Murtanti, S.Sos., M.M., Mantri Pamong Praja Bambang Endro Wibowo, Kapolsek Danurjan AKP Anna Ma’aruf Zamrani, Danramil Danurjan Mayor Cng (K) Errni Sudarwati, S.Pd., Lurah Bausasran Ahmad Yuliantara, para ketua RK dan RW se-Kemantren Danurjan, serta ratusan warga setempat.(Awiek R).



Type and hit Enter to search

Close