Label


Breaking News

Gubernur Kepri Hadir Haul Syekh Shihabuddin Bin Syehk Muhammad Arsyad Al-Banjari




Tanjungpinang – Haul Syekh Shihabuddin Bin Muhammad Arsyad Al-Banjari tahun 2026 berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Banjar, khususnya yang berada di Kepulauan Riau, untuk mengenang dan meneladani perjuangan serta dakwah ulama besar asal Kalimantan Selatan tersebut.





Sambutan disampaikan oleh Ketua Yayasan Muhammad Arsyad Al-Banjari dari Kalimantan Selatan yang menekankan pentingnya menjaga warisan keilmuan dan nilai-nilai dakwah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.





Kegiatan haul ini turut dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Tanjungpinang Drs. H. Raja Ariza, H. Suhadi, H. Ciyut, Bupati Tapin H. Yamani, serta para tokoh Banjar di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan.



Dalam sambutannya, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia dan seluruh masyarakat Banjar atas terselenggaranya acara haul yang sarat nilai spiritual dan budaya tersebut. Beliau menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga mempererat persaudaraan antar masyarakat di Kepulauan Riau.



Gubernur Ansar Ahmad juga mengajak para tokoh Banjar dari Kalimantan Selatan untuk mengenal lebih dekat Pulau Penyengat sebagai pulau bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepri. Ia menjelaskan bahwa Pulau Penyengat merupakan pusat pemerintahan dan kebudayaan Kesultanan Riau-Lingga pada abad ke-18 hingga ke-19.



“Pulau Penyengat bukan hanya tempat ibadah dan kegiatan keagamaan, tetapi juga pusat peradaban Melayu. Di sinilah berdiri Masjid Raya Sultan Riau yang dibangun dengan campuran putih telur sebagai bahan perekatnya. Di pulau ini pula lahir dan berkembang karya-karya besar sastra Melayu, termasuk Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji,” ujar Ansar Ahmad.



Beliau menambahkan bahwa Pulau Penyengat menyimpan banyak jejak sejarah, seperti kompleks makam para sultan dan tokoh penting Kerajaan Riau-Lingga, istana, benteng pertahanan, serta naskah-naskah keilmuan yang menjadi warisan berharga bagi bangsa Indonesia. 



Gubernur berharap, melalui momentum haul ini, silaturahmi antara masyarakat Banjar dan masyarakat Melayu Kepri semakin erat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebudayaan yang menjadi jati diri bersama.



Acara berlangsung dengan pembacaan maulid, doa bersama, serta tausiyah yang mengingatkan jamaah akan pentingnya meneladani akhlak, keilmuan, dan perjuangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dalam menyebarkan ajaran Islam.

(Hadigua) 

Type and hit Enter to search

Close