![]() |
| Yayasan Karimah Berbagi Kasih resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Senin (5/1/2026) |
Klaten (F86) –Yayasan Karimah Berbagi Kasih resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Karangwungu, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Senin (5/1/2026). Program ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak usia sekolah.
Ketua Yayasan Karimah Berbagi Kasih, Yudhit Krismayanti, menjelaskan bahwa kehadiran SPPG Karangwungu bukan sekadar penyedia makanan gratis, melainkan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“SPPG Karangwungu ini adalah bagian dari program nasional layanan gizi. Bukan hanya menyediakan makanan, tetapi memastikan asupan gizi yang aman, sehat, dan terstandar bagi anak-anak,” ujar Yudhit kepada Fakta86.com.
![]() |
| Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan satuan pendidikan, mulai dari TK Kelompok Bermain, SD, hingga SMP |
Dalam kegiatan peluncuran tersebut, Yayasan Karimah Berbagi Kasih juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan satuan pendidikan, mulai dari TK Kelompok Bermain, SD, hingga SMP. MoU ini menjadi dasar kerja sama pelaksanaan program yang dijadwalkan mulai direalisasikan pada 8 Januari 2026.
Yudhit menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara yayasan dan pihak sekolah agar pelaksanaan program berjalan optimal.
“Menu yang disajikan bisa dikomunikasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. Harapannya, semua pihak dapat saling memberi masukan demi mencetak generasi emas yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.
Program MBG melalui SPPG Karangwungu ini ditargetkan menyasar 1.375 siswa dari berbagai satuan pendidikan. Selain berdampak pada pemenuhan gizi anak, kehadiran SPPG juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
SPPG Karangwungu membuka peluang kerja bagi warga setempat, sehingga membantu menekan angka pengangguran di wilayah Karangwungu dan sekitarnya. Dari sisi keamanan dan mutu, yayasan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.
Yayasan Karimah Berbagi Kasih telah menyiapkan juru masak berpengalaman dan bersertifikat SLKS, tenaga ahli gizi, serta sistem pengawasan menggunakan kamera CCTV. Selain itu, SPPG Karangwungu juga telah menerapkan dan sedang memproses sertifikasi ISO 22000 dan ISO 45001 sebagai jaminan keamanan pangan dan keselamatan kerja.
“Kami memastikan seluruh proses penyajian makanan memenuhi standar keamanan dan kesehatan. Semua tahapan dikawal tenaga ahli dan dievaluasi secara berkala agar tidak menimbulkan masalah di lapangan,” tegas Yudhit.
Yudhit menambahkan, hingga saat ini Yayasan Karimah Berbagi Kasih telah meluncurkan SPPG kedua, sementara lima SPPG lainnya masih dalam tahap proses sesuai hasil evaluasi dan survei di wilayah Jawa Tengah.(Siswanto).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media