Label


Breaking News

Tren Baru Wisata Yogyakarta, Wisatawan Ramai Berbusana Adat Jawa di Malioboro

 

Foto bersama dikawasan Malioboro Kota Jogjakarta, DIY

Editor: Aji 

YOGYAKARTA (F86) - Wisata Yogyakarta kembali menghadirkan tren baru yang memadukan budaya dan pengalaman modern. Kawasan Malioboro kini tak hanya menjadi destinasi belanja dan kuliner, tetapi juga pusat wisata budaya dengan maraknya wisatawan yang mengenakan pakaian adat Jawa untuk berfoto dan menikmati suasana kota.

Reporter Fakta86, Awiek R, Minggu (18/1/2026) pagi, melakukan olahraga jalan sehat di kawasan pedestrian Malioboro. Meski cuaca gerimis dan sebelumnya Kota Yogyakarta diguyur hujan dengan intensitas tinggi, antusiasme wisatawan tetap tinggi memadati kawasan ikonik tersebut.

Cuaca yang kurang bersahabat sama sekali tidak menyurutkan minat wisatawan untuk menikmati Malioboro. Aktivitas pengunjung tetap beragam, mulai dari berjalan santai, berbelanja, hingga berfoto mengenakan busana adat Jawa.

Hujan deras yang mengguyur Yogyakarta sehari sebelumnya menyebabkan Sungai Gajahwong dan Sungai Winongo meluap. Bahkan, dilaporkan terjadi kerusakan talud di bantaran Kali Winongo. Namun demikian, kawasan Malioboro terpantau tetap aman dan ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Fenomena ini menunjukkan kuatnya daya tarik Malioboro sebagai ikon wisata Yogyakarta yang tak pernah sepi pengunjung, bahkan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Tren berfoto menggunakan pakaian adat Jawa terbukti membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Jasa penyewaan busana adat, fotografer, hingga penata rias mengalami lonjakan permintaan.

“Budaya Jawa kini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikemas menjadi daya tarik wisata modern tanpa meninggalkan nilai tradisi,” ungkap salah satu pelaku usaha penyewaan busana adat di kawasan Malioboro.

Harga sewa pakaian adat pun bervariasi dan terjangkau. Mulai dari Rp25.000 hingga Rp75.000 per set, tergantung jenis dan model busana. Sementara itu, paket khusus dibanderol sekitar Rp140.000 per orang, sudah termasuk 20 file foto digital dan transportasi bentor untuk berkeliling mencari spot ikonik.

Beberapa lokasi favorit pemotretan antara lain Titik Nol Kilometer, Benteng Vredeburg, hingga kawasan Pal Tugu Lilin. Untuk pasangan beskap dan kebaya beludru hitam, tarif sewa mencapai Rp170.000, sedangkan kebaya tunik polos dapat disewa mulai Rp50.000.

Jasa penyewaan pakaian adat Jawa kini tumbuh subur di berbagai titik sekitar Malioboro, seperti Kampung Pajeksan, Sosromenduran, Jogonegaran, Kemetiran, Jalan Mataram, dan kawasan penyangga lainnya.

Tren ini semakin menegaskan bahwa wisata di Yogyakarta bukan sekadar perjalanan, melainkan pengalaman budaya. Wisatawan datang berkelompok, bersama keluarga, rombongan kantor, hingga pasangan yang melakukan sesi prewedding. Bahkan wisatawan mancanegara pun ikut tertarik mengenakan busana adat Jawa demi merasakan pengalaman khas Yogyakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat lebih dari 27 juta orang. Angka tersebut memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional.

Jogja memang tak pernah kehilangan pesonanya. Wisata alam, kuliner, hingga budaya berpadu menjadi magnet jutaan wisatawan setiap tahunnya. (Awiek R).



Type and hit Enter to search

Close