Label


Breaking News

Target PAD Pariwisata Gunungkidul 2025 Meleset, Cuaca Ekstrem dan Larangan Studi Tur Jadi Faktor Utama

TPR Utama Jalan Baron


GUNUNGKIDUL (F86) – Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengumumkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2025 tidak mencapai target yang ditetapkan. Dari target 3,1 juta kunjungan wisatawan, realisasi hanya menyentuh angka 2,8 juta, menghasilkan PAD sekitar Rp 30,4 miliar atau 90,96% dari target Rp 33,5 miliar.

Dinas Pariwisata Gunungkidul melalui Sekretaris Dinas Supriyanta dalam keterangannya, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor eksternal yang signifikan mempengaruhi penurunan jumlah kunjungan sepanjang tahun 2025.

Faktor Cuaca Ekstrem dan Kebijakan Daerah Lain

Faktor utama yang disorot adalah kondisi cuaca. Hampir seluruh destinasi wisata di Gunungkidul berupa objek alam (pantai, goa, bukit) yang sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Awal tahun 2025 ditandai dengan hujan ekstrem di Gunungkidul dan banjir di daerah asal wisatawan, terutama di wilayah Pantura (Cirebon hingga Bojonegoro), yang berdampak langsung pada penurunan minat kunjungan.

Selain itu, adanya kebijakan larangan studi tur dari beberapa daerah, khususnya Jawa Barat—yang merupakan penyumbang wisatawan terbesar kedua setelah Jawa Tengah—turut memperparah kondisi.

Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah insiden kecelakaan laut di Pantai Drini, meskipun dampaknya hanya bersifat sementara terhadap psikologis wisatawan, serta penyesuaian anggaran pemerintah di awal tahun yang berdampak pada akomodasi pariwisata.

Data Kunjungan Libur Nataru 2025/2026

Meskipun target tahunan tidak tercapai, lonjakan kunjungan terjadi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Libur Natal (25 & 26 Desember 2025): Tercatat total 53.277 wisatawan dengan PAD Rp 653,2 juta.

Libur Tahun Baru (1 Januari 2026): Tercatat 52.064 wisatawan dengan PAD Rp 659,9 juta.

Angka-angka ini menunjukkan tren positif di akhir tahun, memberikan optimisme bagi target PAD sektor pariwisata Gunungkidul di tahun 2026. Pemerintah daerah diharapkan segera merumuskan strategi baru untuk mengantisipasi faktor cuaca dan kebijakan daerah lain demi mencapai target yang lebih optimal di tahun berjalan ini. (Zull)

Type and hit Enter to search

Close