Label


Breaking News

Labuhan Ageng Merapi Jadi Magnet Budaya dan Wisata, Antusiasme Warga hingga Wisatawan Meningkat

 

Prosesi puncak Labuhan Ageng Merapi kembali digelar secara khidmat pada Selasa pagi (20/1/2026).

SLEMAN, (F86)– Prosesi puncak Labuhan Ageng Merapi kembali digelar secara khidmat pada Selasa pagi (20/1/2026). Sebanyak 11 ubo rampe yang sebelumnya disemayamkan di Petilasan Mbah Maridjan diboyong menuju kawasan Srimanganti untuk dilabuh sebagai bagian dari ritual sakral adat Jawa.

Prosesi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, diawali dengan iring-iringan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berjalan perlahan menyusuri jalur lereng Merapi. Suasana hening dan penuh penghormatan terasa kuat, mengiringi doa dan harapan yang dipanjatkan dalam tradisi labuhan.

Ritual budaya ini disaksikan langsung oleh utusan Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta dihadiri Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Kehadiran unsur Keraton dan pemerintah daerah menegaskan Labuhan Ageng Merapi sebagai tradisi budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat tahun ini terpantau meningkat signifikan. Tidak hanya warga sekitar lereng Merapi, masyarakat dari luar wilayah Sleman hingga wisatawan domestik tampak turut mengikuti jalannya prosesi.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebut pelaksanaan Labuhan Ageng Merapi kali ini terasa istimewa karena digelar bertepatan dengan rangkaian Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Labuhan Ageng Merapi tahun ini sangat istimewa. Selain abdi dalem, masyarakat sekitar dan dari luar daerah juga terlibat. Bahkan wisatawan pun antusias ikut menyaksikan hingga naik ke lokasi,” ujar Danang di sela prosesi.

Danang menilai, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa Labuhan Ageng Merapi kini tidak hanya dimaknai sebagai ritual adat, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya di kawasan lereng Merapi.

“Ini membuktikan bahwa labuhan bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata. Antusiasme masyarakat dan wisatawan sangat luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen mendukung pelaksanaan Labuhan Ageng Merapi melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata.

“Setiap tahun kami lakukan evaluasi. Apa yang kurang dan apa yang menjadi harapan masyarakat akan terus kami perbaiki agar pelaksanaannya semakin baik ke depan,” jelas Danang.

Lebih lanjut, Danang berharap Labuhan Ageng Merapi tidak hanya dipahami sebagai tradisi simbolik, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan untuk nguri-uri budaya serta mendoakan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

“Labuhan Merapi adalah kalender budaya yang disepakati bersama dan dilaksanakan setiap tahun. Harapannya, melalui ritual ini masyarakat senantiasa diberi kesehatan, keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan,” pungkasnya.(Red).


 

Type and hit Enter to search

Close