Label


Breaking News

KJUB Puspetasari Unit MCU Targetkan Peningkatan Produksi Susu hingga 6.000 Liter per Hari

 

Direktur Utama Puspetasari, H. Ir. Ruslan Rosidi, dalam pertemuan bersama peternak binaan di Aula MCU Puspetasari, Karangnongko, Klaten, Kamis (22/1/2026).

Klaten (F86) - Koperasi Jasa Usaha Bersama (KJUB) Puspetasari melalui Unit Milk Cooling Unit (MCU) terus memperkuat sinergi dengan para peternak sapi perah binaannya guna meningkatkan volume dan kualitas produksi susu. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Puspetasari, H. Ir. Ruslan Rosidi, dalam pertemuan bersama peternak binaan di Aula MCU Puspetasari, Karangnongko, Klaten, Kamis (22/1/2026).

Saat ini, Puspetasari membina sekitar 70 peternak sapi perah yang berada di kawasan lereng Gunung Merapi, dengan total populasi sapi mencapai sekitar 500 ekor. Dari jumlah tersebut, produksi susu segar yang dihasilkan mencapai 4.000 liter per hari.

“Selama ini susu dari peternak binaan kita dihimpun di unit pendinginan atau Milk Cooling Unit (MCU) Puspetasari. Setelah didinginkan sesuai standar, susu kemudian kami kirimkan ke PT Sari Husada,” jelas Ruslan.

Menurutnya, pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus koordinasi awal tahun, dengan tujuan mendorong peningkatan volume usaha dan laba peternak di tahun 2026.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan karena para peternak adalah mitra utama Puspetasari. Kita harus bersama-sama meningkatkan kemampuan usaha, laba, volume produksi, sekaligus kualitas susu,” ujarnya.

Ruslan juga menekankan bahwa bisnis sapi perah memiliki prospek yang sangat menjanjikan ke depan. Ia menyebutkan adanya peluang dari program pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang berencana mendatangkan sapi perah impor.

“Kita berpeluang mendapatkan tambahan 100 hingga 200 ekor sapi perah impor. Namun tentu harus ada kerja sama dengan perbankan. Kami sudah berkoordinasi dengan Bank Jateng, dan mereka siap mendukung pembiayaan,” ungkapnya.

Dengan penambahan populasi sapi tersebut, Puspetasari menargetkan peningkatan produksi susu hingga 6.000 liter per hari, atau bertambah sekitar 1.000–2.000 liter per hari dari kondisi saat ini.

“Target kita jelas, menambah sekitar 100 ekor sapi perah, baik dari peternak di lereng Merapi maupun wilayah lainnya. Mudah-mudahan produksi bisa naik signifikan,” tambah Ruslan.

Ia juga mengakui bahwa saat ini Puspetasari belum mampu memenuhi permintaan susu UHT kemasan kecil 125 mililiter dari mitra bisnis tertentu, karena keterbatasan teknologi dan investasi.

“Untuk produksi susu UHT dibutuhkan mesin yang sangat canggih dengan investasi besar, bisa mencapai Rp50 miliar. Saat ini kami fokus memperkuat produksi susu segar terlebih dahulu,” katanya.

Selain peningkatan populasi sapi, Puspetasari juga mendorong peternak untuk mengoptimalkan penggunaan pakan berkualitas. Ruslan menyebut Puspetasari memiliki produk pakan unggulan khusus sapi perah.

“Kami punya pakan unggulan, yaitu pakan Orange dan Ungu. Untuk sapi perah, pakan Orange memiliki kadar protein sekitar 15 persen, yang sangat baik untuk menunjang produksi susu,” jelasnya.

Ruslan menegaskan bahwa bisnis peternakan sapi perah merupakan bisnis yang relatif aman dan tahan banting, meskipun menghadapi tekanan kondisi ekonomi eksternal.

“Peternakan adalah bisnis yang tetap bisa eksis. Karena itu saya terus mendorong para peternak agar semangat meningkatkan volume usaha dan mengelola produksi dengan lebih baik,” pungkasnya.(Siswanto).

Type and hit Enter to search

Close