![]() |
| Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten, Sri Hadi, |
Klaten (F86) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten menggelar sarasehan dan koordinasi terkait pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta Bank Sampah, Kamis (22/1/2026), bertempat di Merapi Resto. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Klaten, serta para pemangku kepentingan terkait.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten, Sri Hadi, menjelaskan bahwa sarasehan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi dan evaluasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang selama ini telah berjalan di berbagai wilayah desa.
“TPS3R dan Bank Sampah selama ini memang banyak diperbincangkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten. Melalui sarasehan ini, kami ingin menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang ada,” ujar Sri Hadi.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini DLH Klaten telah membangun sekitar 50 unit TPS3R dan lebih dari 50 Bank Sampah yang tersebar di berbagai desa. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah beroperasi, meski masih ditemui beberapa TPS3R yang belum berjalan optimal.
“Dari total TPS3R yang ada, sekitar 65 unit sudah berjalan, sementara 9 unit lainnya belum beroperasi. Kendalanya sebagian besar berada di tingkat desa, terutama terkait penganggaran dan pengelolaan operasional,” jelasnya.
Sri Hadi menambahkan, selama dua tahun pertama operasional TPS3R, DLH Klaten telah memberikan pendampingan dan dukungan operasional. Namun, setelah masa pendampingan berakhir, diharapkan pemerintah desa dapat melanjutkan secara mandiri.
“Selama dua tahun kami bantu penuh, setelah itu kami serahkan kepada desa. Namun di lapangan masih ada kendala, terutama soal penganggaran desa, sehingga beberapa TPS3R tidak berjalan,” katanya.
Melalui sarasehan dan koordinasi yang dihadiri langsung oleh Bupati Klaten tersebut, berbagai keluhan dan masukan disampaikan untuk mencari solusi bersama. Hasilnya, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk tetap melanjutkan dan mengoptimalkan pengelolaan TPS3R dan Bank Sampah di masing-masing wilayah.
“Kesimpulannya, sudah ada komitmen bersama. Pembangunan dan pengelolaan TPS3R akan tetap berjalan dan eksis, dengan fokus pada pemilahan sampah di wilayah masing-masing,” pungkas Sri Hadi.
Dengan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan desa, DLH Klaten berharap pengelolaan sampah berbasis TPS3R dan Bank Sampah mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi permasalahan sampah di Kabupaten Klaten.(Siswanto).

Social Footer
Kontributor
Label
Social Media