Opini : Awiek R
Madiun (F86) - Badan Nasional (BARANAS) SSI WTK menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja tahun 2025 yang telah dijalankan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Laporan tersebut mencakup agenda strategis tingkat nasional hingga daerah, termasuk penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) SSI WTK ke-V yang digelar di Kota Madiun pada 11–12 Mei 2025.
Munas SSI WTK ke-V menjadi forum tertinggi organisasi dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan SSI WTK agar selaras dengan dinamika dan kebutuhan masa kini. Melalui rangkaian sidang pleno yang berlangsung dinamis dan penuh suasana kekeluargaan, forum tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting yang menjadi landasan kerja organisasi lima tahun ke depan. Kamis (22/1/2026).
Adapun hasil utama Munas ke-V SSI WTK antara lain ditetapkannya AD/ART SSI WTK Tahun 2025, pelantikan Pengurus BARANAS SSI WTK masa bakti 2025–2030, serta Program Strategis BARANAS SSI WTK Tahun 2025–2030.
Dalam rapat formatur Munas tersebut, juga ditetapkan susunan pengurus baru BARANAS SSI WTK periode 2025–2030. Kepengurusan ini dipimpin oleh Ketua Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, MSc, dengan Drs. Soekarno, MM sebagai Wakil Ketua, serta Ir. Paulus Sukrisno, MPd sebagai Sekretaris.
Selain kepengurusan tingkat nasional, BARANAS SSI WTK juga menetapkan dan mengesahkan struktur Badan Penyelenggara di berbagai daerah. Di antaranya Badan Penyelenggara SSI WTK Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030 yang ditetapkan melalui SK BARANAS Nomor 003/KEP/BARANAS/08/2025 tanggal 12 Agustus 2025.
Memasuki penghujung tahun 2025, BARANAS SSI WTK kembali merealisasikan program strategis melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Calon Instruktur SSI WTK se-Solo Raya. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29–30 November 2025 di Barakab SSI WTK Karanganyar, Jawa Tengah.
Diklat tersebut digelar berdasarkan SK Ketua BARANAS SSI WTK Nomor KEP 008/BARANAS/XI/2025 tanggal 5 Oktober 2025, dengan menghadirkan tim fasilitator nasional dari BARANAS. Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta, dan seluruhnya dinyatakan lulus serta berhak memperoleh Sertifikat dan SIM Instruktur SSI WTK.
Program DIKLAT ini menjadi bagian penting dari upaya BARANAS SSI WTK dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia instruktur, sekaligus memperkuat eksistensi dan profesionalisme SSI WTK di tingkat nasional maupun daerah.(Awiek R).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media