![]() |
| Foto usai Senam BAJ memperingati hari Ibu di Kampung Gedongkiwo, Jalan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/12/2025). |
Yogyakarta (F86) -Hari Ibu merupakan salah satu momen penting yang diperingati secara nasional di Indonesia. Peringatan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap peran ibu dalam keluarga baik sebagai istri, pengasuh anak, maupun pilar ketahanan keluarga. Selain itu, momentum Hari Ibu juga menjadi ajang refleksi sosial serta wujud kasih sayang kepada para ibu di berbagai penjuru tanah air.
Hari Ibu di Indonesia memiliki latar belakang sejarah yang berbeda dengan Mother’s Day internasional. Hari Ibu Nasional ditetapkan pada 22 Desember, merujuk pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung di Yogyakarta pada 22–25 Desember 1928. Kongres tersebut menjadi tonggak penting perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak pendidikan, kesetaraan peran sosial, dan keterlibatan perempuan dalam pembangunan bangsa.
“Hari Ibu bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi pengingat bahwa perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa,” ujar Ketua Sasana Senam BAJ, Ning Hazaji, dalam sambutannya pada kegiatan senam lansia di Kampung Gedongkiwo, Jalan Bantul, Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).
Penetapan Hari Ibu semakin diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, yang secara resmi menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional. Konsep Hari Ibu di Indonesia tidak hanya memuliakan peran ibu dalam keluarga, tetapi juga menekankan kontribusi perempuan di berbagai bidang kehidupan.
“Perempuan Indonesia hari ini adalah penggerak perubahan. Mereka bukan hanya ibu rumah tangga, tetapi juga pendidik, pekerja, dan motor penggerak komunitas,” tutur Subagio, penasehat Sasana Senam BAJ.
Pada momentum peringatan Hari Ibu tahun ini, Sasana Senam BAJ menggelar kegiatan senam lansia yang diikuti sekitar 70 peserta. Para ibu terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan kebaya warna-warni. Cuaca cerah turut mendukung jalannya acara yang dipandu instruktur senam: Ning Hazaji, Yani Agus, Nunik, dan Yanti.
Tak hanya di lapangan, peringatan Hari Ibu juga semakin semarak di ruang digital. Media sosial dipenuhi kampanye positif, cerita inspiratif tentang perjuangan ibu dari berbagai latar belakang, serta isu-isu penting seperti kesehatan ibu, pendidikan perempuan, hingga kesetaraan peran dalam keluarga.
Di penghujung acara, kegiatan dilanjutkan dengan ondrowinan, tukar kado, serta pembagian doorprize yang dipandu MC Yani Agus hingga acara berjalan meriah dan penuh kebahagiaan.
Pada akhirnya, Hari Ibu bukan sekadar perayaan satu hari, melainkan ajakan untuk terus menghargai, mendukung, dan memperkuat peran ibu sepanjang waktu. Perempuan tidak hanya hadir sebagai pengasuh rumah tangga, tetapi juga sebagai pekerja, pendidik, penggerak komunitas, dan bagian penting dari ketahanan bangsa.(Awiek R).


Social Footer
Kontributor
Label
Social Media