Label


Breaking News

Malioboro Bak Lautan Manusia, Wisatawan Capai Lebih dari 1 Juta Pengunjung Menjelang Akhir 2025

 

Kawasan Malioboro Jogjakarta kembali membuktikan magnet wisatanya menjelang akhir tahun. Pada malam Minggu (27/12/2025),

YOGYAKARTA (F86) - Kawasan Malioboro Jogjakarta kembali membuktikan magnet wisatanya menjelang akhir tahun. Pada malam Minggu (27/12/2025), kawasan ikonik tersebut bak lautan manusia, dipadati wisatawan yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 ribu orang dalam satu malam, dan menjadi bagian dari lebih dari 1 juta pengunjung yang datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam sepekan terakhir Desember 2025.

Meskipun Kota Jogjakarta sempat diguyur hujan pada Sabtu pagi, antusiasme wisatawan tidak surut. Berbagai moda transportasi tetap ramai digunakan wisatawan untuk menuju Malioboro, mulai dari becak motor, Gojek, Grab, andong, bus Trans Jogja, hingga rental sepeda motor yang laris disewa wisatawan.

Para pedagang Malioboro pun terlihat mulai mengais rezeki, menawarkan aneka produk hingga kuliner tanpa praktik “nuthuk harga”. Sejumlah hiburan jalanan juga turut memeriahkan suasana, menambah daya tarik kawasan tersebut.

Lonjakan pengunjung menjadikan Malioboro sebagai destinasi paling ramai di Yogyakarta. Data menunjukkan Malioboro menyumbang lebih dari 1 juta pengunjung dari total 1,5 juta wisatawan yang datang ke DIY pada pekan terakhir Desember 2025. Puncak kepadatan diprediksi terjadi pada 26—27 Desember 2025 serta menjelang malam pergantian tahun 2026.

Mengantisipasi tingginya mobilitas, Dinas Perhubungan Jogjakarta melakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari arah utara menuju Stasiun Tugu tidak bisa langsung menuju Malioboro dan diarahkan memutar melalui Stadion Kridosono sebelum masuk kawasan Malioboro. Dampak kepadatan juga terjadi di kawasan Simpang Gramedia – Jl. Jenderal Sudirman – RS Bethesda. Arus kendaraan dialihkan menuju timur melewati RS Bethesda, lalu ke Jl. dr. Wahidin, lanjut melalui Flyover Lempuyangan sebelum mengarah ke Malioboro.

Selain transportasi modern, transportasi tradisional seperti andong masih menjadi pilihan favorit wisatawan. Seorang kusir andong mengaku ikut merasakan berkah lonjakan wisatawan.

“Alhamdulillah, akhir tahun ini ramai sekali. Banyak wisatawan yang memilih andong karena ingin merasakan suasana khas Jogja. Semoga kondisi seperti ini terus membawa rezeki bagi kami,” ujar salah satu kusir andong saat ditemui di kawasan Malioboro.

Lonjakan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta juga sejalan dengan Travel Outlook 2026 yang dirilis platform perjalanan digital Agoda. Dalam laporannya, minat pengguna platform untuk berkunjung ke Yogyakarta meningkat sebesar 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. DIY bahkan menempati posisi tujuan wisata keluarga akhir tahun paling diminati di Indonesia, berada tepat di bawah Bali, disusul Bandung, Jakarta, dan Malang.

Yogyakarta dianggap unggul karena memiliki banyak destinasi yang viral di media sosial, mulai dari wisata pegunungan, pantai, candi, museum, hingga pusat kuliner dan belanja oleh-oleh.

Dengan tingginya antusiasme wisatawan, Yogyakarta kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu pusat wisata nasional yang selalu “ngangeni” dan menjadi pilihan utama libur akhir tahun masyarakat Indonesia.(Awiek R).

Type and hit Enter to search

Close